Kapolda Jateng: Polri Tak Ada Beban Catat Hasil Pilkada

Taufik Budi, Okezone · Minggu 06 Desember 2020 02:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 06 512 2322441 kapolda-jateng-polri-tak-ada-beban-catat-hasil-pilkada-LMlC5XXhKi.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

SEMARANG - Polisi berkomitmen menjaga netralitas pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Sebanyak 14.575 personel polisi dikerahkan untuk mengamankan 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang menggelar pesta demokrasi.

"Tidak ada beban anggota Polri untuk mencatat hasil Pilkada," terang Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat Apel Pergeseran Pasukan BKO di Mapolda Jateng, Sabtu (5/12/2020).

"Tidak ada beban, tidak usah mencatat karena Polri itu sifatnya hanya pengamanan," tegas jenderal bintang dua itu.

Luthfi juga berpesan kepada anggota polisi untuk aktif mengimbau masyarakat yang telah memiliki hak pilih untuk datang ke TPS (tempat pemungutan suara). Meski demikian, warga tetap harus menerapkan protokol kesehatan.

"Gunakan kegiatan-kegiatan proaktif kepada masyarakat, tentang kehadiran dari masyarakat (ke TPS) dengan menggandeng petugas KPPS yang ada," lugas dia.

Baca Juga : Cagub Mulyadi Jadi Tersangka, SBY : Saya Harap Tetap Tabah dan Terus Berjuang

Selain di Jawa Tengah, Polda Jateng juga mengirimkan pasukan Brimob untuk pengamanan Pilkada di Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka diminta bertindak profesional dan menjaga integritas selama pengamanan.

"Rekan-rekan Brimob nanti bawa nama baik Brimob Polda Jawa Tengah bahwa Anda adalah terpilih menjadi Brimob yang diperbantukan, dipercayakan oleh pimpinan Polri membawa nama baik Polda Jawa Tengah di Polda NTT," jelas dia.

"Jaga integritas, soliditas pada saat rekan-rekan nanti bertugas di wilayah NTT. Tentu ini tidak gampang karena kita berpisah dari keluarga, tetapi saya yakin dan percaya Brimob adalah merupakan anggota Polri pilihan yang merupakan tulang punggung dalam rangka menghadapi segala situasi apa pun," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini