Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kriminolog: Pengawasan Kepemilikan Senjata Api Masih Lemah

Antara , Jurnalis-Senin, 07 Desember 2020 |23:55 WIB
Kriminolog: Pengawasan Kepemilikan Senjata Api Masih Lemah
Ilustrasi (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - Guru besar kriminologi Universitas Indonesia, Adrianus Meliala, mengatakan, pengawasan kepemilikan senjata api oleh pihak berwajib di Indonesia masih lemah. Sehingga membuat perdagangan gelap senjata api di Indonesia cukup hidup.

"Rezim pengawasan senpi Indonesia termasuk lemah. Pasar gelap cukup hidup. Belum ada aja momen bagi mereka yang punya untuk benar-benar menggunakannya. Kalau misalnya ada, ramai," kata dia, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (7/12/2020).

Baca Juga:  Beredar Diduga Rekaman Suara Laskar FPI vs Polisi, Siapa Mulai Duluan?

Ia mengatakan, Ombudsman RI pernah merilis temuan maladministrasi terkait kelemahan pengawasan kepemilikan senjata api oleh polisi pada 2019. Hal itu terungkap dari hasil kajian peninjauan sistemik mulai Mei 2018 hingga Januari 2019 dengan mendatangi sejumlah pihak, yaitu Polda Sumatera Utara, Polda Jawa Tengah, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Timur, dan Polda Sulawesi Selatan serta kunjungan ke beberapa pihak lain.

Lebih lanjut, Meliala menjelaskan, untuk memahami persoalan senjata api perlu merujuk pada jenis senjatanya. Menurutnya, ada tiga jenis senjata yang beredar di masyarakat yakni senjata organik, senjata rakitan, senjata impor atau versi gun, dan soft gun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement