Untuk senjata organik, kata dia, tergantung pada pengawasan satuan yang memilikinya. Senjata itu bisa jadi dicuri dari gudang senjata, digunakan secara salah oleh petugas, atau dipinjamkan sehingga disalahgunakan.
"Untuk senjata rakitan ada dua tipe, semi rakitan yang berasal dari daerah konflik, dan rakitan dari dalam negeri sendiri," ujar dia.
Baca Juga: Dokter Forensik Benarkan 6 Jenazah Laskar FPI Tewas Ditembak Ada di RS Polri
Sedangkan untuk tipe rakitan yang berasal dari daerah konflik sudah rendah jumlahnya. Tetapi untuk senjata rakitan produksi dalam negeri, seiring semakin canggihnya teknologi bubutan, masih dihasilkan pabrik-pabrik, di antaranya di Cipacing, Bubut Utara, dan produksi tradisional lain.
"Kemungkinan maraknya peredaran senjata rakitan produksi rumah industri ini karena pasarnya yang tinggi, sehingga produksinya banyak," ujarnya.