Hunter, Putra Presiden Terpilih AS Joe Biden, Diselidiki Terkait Urusan Pajak

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 10 Desember 2020 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 18 2325037 hunter-putra-presiden-terpilih-as-joe-biden-diselidiki-terkait-urusan-pajak-LoNRmYzjCC.jpg Joe Biden dan putranya Hunter Biden. (Foto: Reuters)

WILMINGTON – Putra Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden, Hunter Biden tengah diselidiki terkait dengan urusan pajak oleh jaksa federal di Delaware. Hal itu diungkapkan sendiri oleh Hunter, pada Selasa (9/12/2020).

Dalam sebuah pernyataan, Hunter mengatakan dia menangani kasus itu dengan “sangat serius” dan yakin bahwa penyelidikan objektif akan menunjukkan bahwa dia telah menangani urusannya “secara legal dan tepat”.

Sementara itu tim transisi Biden-Harris mengatakan bahwa ayah Hunter, presiden terpilih Joe Biden, "sangat bangga dengan putranya", demikian diwartakan BBC.

BACA JUGA: Hunter Biden, Putra Presiden Terpilih AS yang Penuh Kontroversi

Pernyataan itu juga mengatakan bahwa Hunter telah "berjuang melalui tantangan yang sulit, termasuk serangan pribadi yang keji dalam beberapa bulan terakhir, dan telah menjadi lebih kuat”.

Hunter, yang berusia 50 tahun, sering menjadi sasaran kritik Partai Republik selama kampanye pemilihan presiden AS 2020. Kritik itu sebagian besar berfokus pada urusan bisnisnya di Ukraina dan China ketika Joe Biden menjadi wakil presiden di pemerintahan Barack Obama.

BACA JUGA: Jadi Presiden AS, Intip Kekayaan Joe Biden

Desember lalu, Presiden Donald Trump dimakzulkan oleh DPR AS atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan upayanya menekan Ukraina untuk menyelidiki bisnis keluarga Biden di sana, terutama Hunter. Trump diloloskan dari pemakzulan oleh Senat AS yang dikuasai Partai Republik.

Investigasi baru dalam urusan pajak Hunter datang saat Joe Biden tengah menyusun kabinet untuk masa jabatannya mendatang, yang akan dimulai pada 20 Januari 2021. Jika kasus ini masih berlangsung saat Biden dilantik, jaksa agung yang dipilihnya mungkin akan mengawasi penyelidikan tersebut.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini