PDIP Tersentak! Kekalahan di Blitar Jadi Peristiwa Luar Biasa

Solichan Arif, Koran SI · Kamis 10 Desember 2020 06:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 10 519 2324885 pdip-tersentak-kekalahan-di-blitar-jadi-peristiwa-luar-biasa-eTnBgIvfOc.jpg Budi Sulistyono alias Kanang di posko pemenangan Cabub Kediri Hanindhito. (Foto: Solichan)

KEDIRI - Kekalahan pasangan petahana Kabupaten Blitar Rijanto-Marheinis Urip Widodo dalam hitung cepat mengejutkan PDI Perjuangan (PDIP). Wakil Ketua Bidang Kehormatan PDI P Jawa Timur Budi Sulistyono menyebut, kalahnya paslon petahana yang diusung PDIP di Kabupaten Blitar, sebagai peristiwa yang luar biasa. 

Pasalnya, Kabupaten Blitar bagi PDIP merupakan salah satu daerah sakral. "Daerah sakral (Kabupaten Blitar). Luar biasa itu kalau sampai lepas," ujar Budi Sulistyono alias Kanang saat berada di Posko Pemenangan Cabup Kediri Hanindhito Himawan Pramana di Kabupaten Kediri Rabu (9/12/2020) malam. 

Dari hasil hitung cepat Pilkada Kabupaten Blitar, paslon Rini Syarifah-Rachmad Santoso yang diusung koalisi PKB, PAN dan PKS, meraih kemenangan 56,53 persen. Paslon nomor 02 tersebut menang di 15 kecamatan.

Sedangkan paslon petahana Rijanto-Marheinis Urip Widodo yang diusung PDI P, Partai Gerindra, Nasdem, Partai Golkar, Partai Demokrat dan PPP hanya meraup 39,54 persen. 

Paslon nomor 01 tersebut hanya menang di tujuh Kecamatan. Kanang mengaku sangat tidak menyangka jagonya bakal kalah. Ia melihat cabup dan cawabup Kabupaten Blitar (Rijanto dan Marheinis) sama-sama incumbent. Menurutnya, seorang incumbent sudah mengerti apa yang dilakukan untuk menang. Jalan apa yang harus ditempuh. Apa yang harus dibicarakan. 

Baca juga: Unggul di Pilkada Manado, Andrei Angouw Bakal Jadi Wali Kota Pertama Beragama Konghucu

Apa yang harus dilangkahkan, kata Kanang, seorang petahana harusnya sudah mengerti. Karenannya sejak awal ia mengaku optimis paslon Rijanto-Marheinis bakal menang. "Awalnya saya optimis betul. Tapi tiba tiba begini, saya enggak ngerti," kata Kanang yang saat ini menjabat sebagai Bupati Ngawi. 

Kendati demikian, meski selalu dianggap di atas angin, seorang paslon incumbent sebenarnya berada pada posisi tidak mudah. Kebaikan dan keburukan paslon incumbent sama sama mudah dilihat. Kalau buruk, kata Kanang pendatang baru sebagai l penantang akan mudah mengalahkan.

Sebaliknya jika baik, sehebat apapun penantang akan sulit mengalahkan. "Orang kalau di atas nek apik ketok apike, nek elek ketok eleke (Orang kalau di atas kalau baik terlihat kebaikannya, kalau jelek terlihat jeleknya)," tambah Kanang. 

Kabupaten Blitar sejak awal menjadi daerah yang tidak dikhawatirkan karena dianggap sebagai daerah yang tidak dicemaskan. Kabupaten Blitar termasuk daerah yang dilepas. Perhatian partai (PDI P) menurut Kanang lebih fokus kepada Kota Blitar yang lebih dicemaskan. 

Sebab yang dilawan paslon besutan PDIP adalah putra mantan Ketua DPC PDI P Kota Blitar (Muh Samanhudi Anwar) yang diketahui begitu mengakar. Bisa jadi karena fokus di Kota Blitar, kata Kanang Kabupaten Blitar justru akhirnya kalah. Sementara di Kota Blitar PDIP berhasil mempertahankan kemenangan. Kemungkinan lain, diakui Kanang bisa jadi karena faktor teledor. 

"Bisa jadi seperti itu (teledor). Ini jauh dari sangkaan kita (kekalahan Kabupaten Blitar)," papar Kanang.

Karena dianggap sebagai peristiwa yang luar biasa, Kanang juga menegaskan, Kabupaten Blitar menjadi bagian daerah yang akan dievaluasi partai. Kemudian juga Mojokerto dan Ponorogo.

PDIP menargetkan kemenangan di atas 12 daerah dari 19 daerah di Jawa Timur yang menggelar pilkada serentak. Namun dari data sementara yang masuk, kemenangan yang diraih PDI P hanya 11 daerah. "Pasti ada evaluasi partai. Terutama Blitar," pungkas Kanang. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini