Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pandemi, Golput dan Dinasti Politik Baru Warnai Pilkada 2020

Agregasi VOA , Jurnalis-Jum'at, 11 Desember 2020 |07:57 WIB
Pandemi, Golput dan Dinasti Politik Baru Warnai Pilkada 2020
Gibran Rakabuming Raka sedang melakukan pencoblosan Pilkada serentak 2020 (Foto: Sindo)
A
A
A

JAKARTA — Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak hari Rabu 9 Desember 2020 yang dilangsungkan di tengah masih terus meluasnya perebakan pandemi virus corona membuat pelaksanaannya berbeda dengan pilkada di tahun-tahun sebelumnya.

Sejak awal Ketua KPU Arief Budiman sudah menegaskan keharusan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat sebagian daerah masuk kategori zona merah dan berisiko tinggi terjadinya penularan Covid-19. Menurut data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, ada 24 daerah penyelenggaraan pilkada yang berstatus zona merah dan 189 daerah masuk kategori berisiko sedang terhadap penularan virus.

“Belum ada hal luar biasa yang dilaporkan terkait kendala logistik. Juga SDM, terutama KPPS karena dibutuhkan petugas yang lebih banyak. Memang beberapa dilaporkan hasil tes-nya reaktif. Saya sudah minta pada KPU Kabupaten/Kota memperhatika betul protokol kesehatan ini. Kalau mereka tidak bebas dari virus Covid-19 maka saya minta mereka (petugas.red) diganti,” kata Arief Budiman.

Pilkada Pilih 9 Gubernur, 224 Bupati & 37 Wali Kota

KPU menyelenggarakan pilkada serentak di 270 daerah untuk memilih gubernur di sembilan dari 34 propinsi, bupati di 224 dari 416 kabupaten dan walikota di 37 dari 98 kota. Diperkirakan ada lebih dari 100 juta warga yang memiliki hak suara. Tetapi sejumlah kota melaporkan jumlah pemilih kurang dari separuh yang terdaftar. Tingginya jumlah warga yang tidak memberikan suara atau dikenal sebagai golput ini memang sudah diperkirakan sebelumnya, tidak saja karena kekhawatiran warga akan perebakan pandemi, tetapi juga sedikitnya pilihan tokoh yang dapat dipilih.

Baca Juga:  Cagub Sumbar Mulyadi Kembali Mangkir Panggilan Bareskrim

Namun ajakan agar tidak golput juga meluas di sosial media. Termasuk ajakan dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Dinasti Politik Baru

Pilkada 2020 ini juga memunculkan dinasti politik baru dengan keikutsertaaan beberapa anggota keluarga orang nomor satu dan nomor dua Indonesia, juga keponakan para mantan pemimpin. Sebut saja putra pertama Presiden Joko Widodo – Gibran Rakabuming Raka – yang mencalonkan diri sebagai walikota Solo dan menantu laki-laki Jokowi – Bobby Nasution – yang mencalonkan diri sebagai walikota Medan.

Baca Juga:  Airlangga Imbau Kader Golkar Kawal Suara Pilkada 2020

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement