Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Desa Tertua Indonesia Ternyata Ada di Klaten, Usianya 1.154 Tahun!

Agregasi Solopos , Jurnalis-Minggu, 13 Desember 2020 |16:32 WIB
Desa Tertua Indonesia Ternyata Ada di Klaten, Usianya 1.154 Tahun!
Prasasti Upit. (Foto: Kominfo Jateng)
A
A
A

KLATEN - Desa tertua di Indonesia ternyata ada di Klaten, Jawa Tengah. Namanya Desa Upit. Usianya diyakini sudah 1.154 tahun! 

Informasi ini disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jateng melalui akun Instagram @kominfo.jateng, seperti yang dilihat Solopos.com, Minggu (13/12/2020). 

Jika dibandingkan dengan Kabupaten Klaten yang baru berusia 216, jelas Desa Upit jauh lebih tua. 

Menurut Diskominfo Jateng, Desa Upit atau Yupit, secara administratif berada di Desa Kahuman dan Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, Klaten.

Keberadaan Desa Upit dibuktikan dengan adanya prasasti Upit di Desa Kahuman. Prasasti berbahasa Kawi kuno itu bertuliskan tahun saka 788 atau 866 Masehi. Dengan demikian, usia desa kini 1.154 tahun. 

Kepala Desa Kahuman, Joko Sumitro, membenarkan adanya prasasti Upit di desanya. Prasasti itu menjadi penanda adanya Desa Upit pada tahun 866 M lalu.

Mataram Kuno

Pemerintah Desa Kahuman mencatat Upit merupakan desa perdikan atau desa bebas pajak pada zaman Mataram kuno. Desa dibentuk pada masa pemerintahan Maharaja Rakai Kayuwangi. Hal ini tertulis di Prasasti Upit. 

Baca juga: Viral Kepala Desa Nangis Melihat Tanggul Jebol dan Merendam Rumah Warganya

Salah satu anggota Tim Pelestari Ngupit Ngawen, Rohani mengatakan, dari prasasti tersebut kita bisa tahu sejarah masalah lalu. Sejarah itu mengungkap fakta bahwa di Upit memiliki tata pemerintahan yang sudah diakui sejak zaman dulu. 

“Ini membuktikan Klaten memiliki desa tertua. Ini menjadi modal untuk mengungkap sejarah di masa lalu bahwa kita sudah memiliki tata pemerintahan yang jauh lebih tertatam” ucap dia.

Salah seorang sesepuh Desa Kahuman, Dalimin Harno P mengatakan, selain ada prasasti Upit, di desanya banyak juga ditemukan batu-batu candi. Sebagian adalah batu candi berundak empat. 

Selain itu, ditemukan pula masjid yang dibangun sejak ratusan tahun silam dan pemandian atau sendang. Untuk prasasti asli saat ini tersimpan rapi di Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement