Share

Dikira Fosil Tenyata Granat Bekas Perang Dunia II, Meledak di Wastafel Dapur

Susi Susanti, Koran SI · Senin 14 Desember 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 14 18 2327319 dikira-fosil-tenyata-granat-bekas-perang-dunia-ii-meledak-di-wastafel-dapur-saremWZqz4.jpg Bom meledak di dapur (foto: SWNS)

INGGRIS - Seorang ibu dan putrinya beruntung masih hidup setelah granat bekas Perdang Dunia (PD) II berusia 80 tahun yang mereka temukan di pantai, meledak di wastafel dapur.

Jodie Crews, 38, dan putrinya Isabella, 8, dari Deal, Kent, Inggris, diketahui menemukan granat saat sedang berjalan-jalan di sepanjang pantai Sandown Sabtu (12/12) lalu. Granat ini mungkin mungkin terhanyut oleh badai dan air pasang baru-baru ini.

“Kami membawa anjing-anjing itu jalan-jalan dan saya menemukannya di atas kerikil. Kami sering mengumpulkan potongan kaca dan kayu apung karena kami suka membuat sesuatu. Kami sangat arty,” paparnya.

Baca Juga: Viral, Kakek Ini Sulap 'Shelter' Bom Perang Dunia II Menjadi Bar

“Benda itu memiliki punggung yang aneh dan lebih terlihat seperti sepotong tulang. Itu tidak terlalu berat dan beratnya sama dengan sekantong gula. Saya pikir itu mungkin sendi lutut yang lama. Sama sekali tidak terasa metalik,” ujarnya.

Baca Juga: Bom Perang Dunia II Terbesar di Polandia Meledak Saat Dijinakkan

Mereka pun membawanya pulang dan meletakkannya di meja ruang tamu. Dia pun duduk di karpet untuk menyelidiki objek tersebut dengan pin.

“Segera setelah saya memasukkan pin, casingnya tampak sedikit meleleh dan kemudian semuanya berubah menjadi bola api. Kami sangat beruntung. Bisa jadi seratus kali lebih buruk. Semua teman saya telah membuat saya berjanji untuk tidak mengambil apa pun dari pantai lagi,” terangnya.

Awalnya mereka sempat mengira granat itu adalah fosil atau tulang tua. “Saya memposting foto di situs fosil dan arkeologi dan mendapat banyak balasan tetapi tidak ada yang menyarankan itu bisa jadi granat,” terangnya.

“Seorang wanita mengira itu tampak seperti muntahan ikan paus dan berkata saya bisa mengetahuinya dengan menusuknya dengan peniti panas. Dia mengatakan kepulan asap putih akan keluar,” jelasnya, dikutip Daily Mail.

Namun keduanya terkejut ketika granat itu tiba-tiba terbakar di ruang makan rumah mereka.

“Itu hanya berubah menjadi bola api. Putriku menjerit dan berlari keluar dari pintu belakang. Saya mengambil granat dan berlari dengan senjata itu ke dapur tempat saya melemparkannya ke wastafel,” ujarnya.

“Kami baru saja masuk ke mode bertahan hidup,” jelasnya.

“Saya kemudian bergegas ke atas untuk merendam handuk untuk dilempar ke luar untuk memadamkannya. Adrenalin pasti telah masuk dan mengambil alih,” terangnya.

“Pikiran pertama saya adalah menyelamatkan putri, rumah, kucing, dan anjing saya. Dengan putri saya aman di taman, saya berlari kembali ke atas untuk mengambil kucing - kami memiliki empat anak kucing berusia tiga minggu - dan mengumpulkan dua anjing kami, Teegan a border collie dan Lulu a Pomeranian,” lanjutnya.

Mendengar bunyi ledakan itu, para tetangga bergegas membantu mereka dan seorang memanggil pemadam kebakaran.

Granat bekas PD II itupun tiba-tiba terbakar sendiri di wastafel dan membakar bagian ambang jendela plastik, merusak wastafel dan membuat banyak kepulan asap.

“Saya telah diberitahu untuk tidak minum dari keran karena beberapa bahan kimia dari granat mungkin telah menguap. Seorang petugas pemadam kebakaran yang mengatakan itu adalah granat. Dia mengatakan itu biasanya ditutupi dengan lapisan pelindung dari lilin,” terangnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini