Resmi Ditetapkan Sebagai Pemenang Pilpres AS 2020, Biden: Demokrasi Menang!

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 15 Desember 2020 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 18 2327817 resmi-ditetapkan-sebagai-pemenang-pilpres-as-2020-biden-demokrasi-menang-16FzCelMip.jpg Presiden Terpilih Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan pidato dari Wilmington, Delaware, 14 Desember 2020. (Foto: Reuters). (Foto: Reuters)

WILMINGTON - Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin (14/12/2020) menyampaikan kritik tajam terhadap Presidedn Donald Trump, yang menolak legitimasi kemenangannya dalam Pilpres AS 2020. Itu disampaikan Biden beberapa jam setelah Electoral College menyertifikati hasil pemungutan suara yang secara resmi memastikannya duduk di Gedung Putih sebagai Presiden ke-46 AS.

“Dalam pertempuran untuk jiwa Amerika ini, demokrasi menang,” kata Biden dalam pidato dari kampung halamannya di Wilmington, Delaware, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (15/12/2020). “Sekarang saatnya membalik halaman, seperti yang telah kita lakukan sepanjang sejarah kita - untuk bersatu, untuk menyembuhkan.”

BACA JUGA: Electoral College Resmi Tetapkan Kemenangan Biden di Pilpres AS 2020

Dalam pidatonya selama sekira 13 menit, Biden menyerukan persatuan sambil menyuarakan kepercayaan bahwa lembaga-lembaga demokrasi negara itu telah bertahan dalam menghadapi upaya Trump untuk membalikkan hasil pemilihan.

“Api demokrasi sudah lama menyala di negara ini,” kata Biden. “Kami sekarang tahu bahwa bahkan pandemi atau penyalahgunaan kekuasaan tidak dapat memadamkan api itu,” katanya.

California, negara bagian terpadat, memberikan 55 suara elektoral untuk Biden pada Senin sore, secara resmi menempatkan perolehan suara sang mantan wakil presiden di atas 270, yang diperlukan untuk duduk di Gedung Putih. Berdasarkan hasil pemungutan suara November, Biden memperoleh 306 suara Electoral College berbanding 232 yang diperoleh Trump.

BACA JUGA: Hasil Pilpres AS Akan Segera Disertifikasi, Trump Masih Klaim Kemenangan

Pemungutan suara Electoral College pada Senin, biasanya hanya menjadi formalitas, tetapi kali ini dianggap sangat penting mengingat upaya Trump untuk membatalkan proses pemilihan presiden karena apa yang dia katakan sebagai penipuan pemilih yang meluas dalam pemilihan 3 November.

Di bawah sistem yang rumit sejak 1780-an, seorang kandidat menjadi presiden AS bukan dengan memenangkan suara populer tetapi melalui sistem Electoral College, yang memberikan suara elektoral ke 50 negara bagian dan District of Columbia berdasarkan perwakilan kongres.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini