Pesta Seks di Tengah Lockdown Covid-19 Digerebek Polisi, 50 Orang Ditangkap

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 16 Desember 2020 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 18 2328842 pesta-seks-di-tengah-lockdown-covid-19-digerebek-polisi-50-orang-ditangkap-7AFatZELNO.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

BRUSSELS – Sebuah pesta ulang tahun yang melibatkan narkoba dan minuman keras dengan 50 tamu, dan pekerja seks (PSK) melakukan hubungan seksual di Brussels, Belgia, telah digerebek polisi karena melanggar aturan lockdown Covid-19.

Pesta seks, yang digelar di sebuah rumah di seberang rumah sakit untuk pasien Covid-19, menjadi pertemuan massal terbaru di Belgia yang digerebek polisi. Diwartakan The Sun, rumah itu disewa untuk pesta seks massal untuk merayakan ulang tahun ke 28 seorang wanita Prancis.

BACA JUGA: Anggota Parlemen Eropa Mundur Setelah Tertangkap "Pesta Seks" saat Lockdown

Polisi dikirim ke Desa Saint Mard, Virton, menyusul keluhan terkait sebisingan dari pesta tersebut. Mulanya mereka mengira ada sekira 20 orang di sana, tetapi terkejut saat menemukan 50 tamu saat melakukan penggerebekan.

Para pengunjung pesta, yang semuanya telanjang dan warga Prancis, masing-masing telah menyumbang £230 (sekira Rp3,9 juta) untuk pesta itu untuk menutupi biaya alkohol, obat-obatan dan “pasangan” pendamping.

Seorang tamu bahkan dituduh memiliki nitrous oxide atau gas tawa dan obat-obatan lainnya, demikian dilaporkan Brussel Times.

Polisi menjatuhkan denda sebesar £230 semua tamu pesta, jumlah yang sama dengan yang mereka bayarkan untuk mengikuti pesta seks itu.

BACA JUGA: Langgar UU Covid-19, Polisi Bubarkan Pesta 200 Mahasiswa

Properti tersebut dikatakan dimiliki oleh seorang pria yang sama sekali tidak mengetahui adanya kegiatan terlarang yang digelar karena penyewaannya diatur melalui pihak ketiga.

Insiden itu terjadi setelah seorang anggota Parlemen Eropa tertangkap basah melarikan diri dari pesta seks dan narkoba di Brussels. József Szájer, dari Hongaria, dan beberapa diplomat ditangkap polisi setelah ambil bagian dalam pesta pora selama lockdown di Ibu Kota Belgia tersebut.

Belgia memberlakukan pembatasan ketat, hanya mengizinkan empat orang dalam satu pertemuan untuk mencegah penyebaran virus corona. Negara itu menjadi salah satu negara Eropa yang terkena dampak terburuk dari pandemi, dengan mencatat angka kematian tertinggi akibat virus corona di Benua Biru tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini