Wooo-han! Penduduk Wuhan Kembali Berpesta Usai Tak Ada Kasus Baru Covid-19

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 17 Desember 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 18 2329412 wooo-han-penduduk-wuhan-kembali-berpesta-usai-tak-ada-kasus-baru-covid-19-nQzKcg8h3B.jpg Foto: Reuters

WUHAN - Usai tidak ditemukannya lagi kasus baru corona sejak 10 Mei lalu, kehidupan malam di Wuhan kembali bangkit dan gemerlap.

Para kawula muda terlihat berkumpul, bergembira, dan tertawa bersama di setiap sudut kota. Termasuk di jalanan. Klub malam pun baru-baru ini terlihat padat.

Hanya sedikit orang yang mengenakan masker dan tidak ada jarak sosial sama sekali.

Pelajar, musisi, artis, dan pekerja muda itu pun menceritakan kisah-kisah tentang “terjebak” di rumah mereka selama berbulan-bulan. Banyak dari mereka yang menggunakan kesempatan untuk mempersiapkan diri saat kota akan pulih.

“Beberapa musik baru saya pasti tentang waktu pandemi,” terang Wang Xinghao, vokalis band pop rock Wuhan Mad Rat, yang menarik lebih dari 100 orang ke tempat lokal pada Rabu (16/12) malam baru-baru ini.

Wang pun berjoget dan melompat di atas panggung, lalu menarik penonton ke atas panggung. Dia juga sempat melemparkan mantel kulit macan tutul palsunya ke penonton yang berteriak.

Dia mengatakan salah satu lagu baru terinspirasi dari masa tiga bulan yang dia habiskan bersama ibunya.

(Baca juga: Anjing Buta Susuri Jalan Hingga 30 Km Selama 5 Hari Demi Bertemu Pemiliknya)

Di sudut kota yang lain, di tempat minum bir yang ramai di Wuhan, Zhang Qiong terlihat menyeka kue ulang tahun dari wajahnya setelah makanan itu ditempelkan ke wajahnya oleh teman-temannya.

“Setelah mengalami gelombang pertama epidemi di Wuhan dan kemudian pembebasan, saya merasa seperti menjalani kehidupan kedua,” terang Zhang, 29, yang bekerja di toko tekstil di kota China tengah yang merupakan pusat pertama Covid-19.

“Saya hanya ingin menghargai saat ini, karena dalam hidup Anda tidak pernah tahu kapan itu akan berakhir,” terang Zhang, dikutip Daily Mail.

“Buat setiap hari bahagia,” lanjutnya.

Banyak yang mengatakan berakhirnya penguncian telah menginspirasi jumlah orang yang datang lebih vanyak.

“Selama masa epidemi, Wuhan benar-benar kota mati,” kata penggemar musik rock Yi Yi.

“Sekarang semua orang keluar untuk makan dan bersenang-senang. Saya tidak berpikir ada banyak orang sebelum epidemi,” jelasnya.

Terlepas dari suasana malam yang berkembang pesat, pemilik bisnis dan restoran di Wuhan mengatakan masih butuh waktu untuk memperbaiki bisnis mereka setelah mengalami kerugian besar selama penguncian.

Diketahui, Wuhan belum melaporkan kasus baru penyakit yang ditularkan secara lokal sejak 10 Mei lalu, setelah menjalani salah satu penguncian ketat di seluruh dunia. Pemerintah pun secara resmi mencabut mencabut masa penguncian yang ketat.

Kota berpenduduk 11 juta itu ditutup dari seluruh China sejak 23 Januari lalu. Semua armada transportasi seperti pesawat, kereta api dan bus dilarang memasuki kota. Hampir 3.900 dari 4.634 kematian akibat Covid-19 di China terjadi di kota industri itu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini