Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menag Revisi Buku Pelajaran Hindu soal Ajaran Sampradaya

Antara , Jurnalis-Senin, 21 Desember 2020 |06:28 WIB
Menag Revisi Buku Pelajaran Hindu soal Ajaran Sampradaya
Menteri Agama Fachrul Razi (Foto: Kemenag)
A
A
A

Kemudian di poin 3b ke satu, MDA kabupaten/kota, kecamatan, serta prajuru desa adat se-Bali ditugaskan untuk menjaga kesakralan dan kesucian pura yang ada di wewidangan (wilayah) desa adat. Cakupannya, Pura Kahyangan Banjar, Pura Kahyangan Desa, Pura Sad Kahyangan, Pura Dhang Kahyangan, serta Pura Kahyangan Jagat lainnya.

Atas putusan tersebut, Koster dalam beberapa hari yang lalu juga mengeluarkan pendapatnya dengan memberikan nada sangat menghormati dan mendukung terbitnya Keputusan Bersama tersebut.

Hal ini, menurut Koster, untuk mewujudkan tatanan kehidupan 'krama' Hindu di Bali yang rukun, damai, dan tertib yang telah terbangun dan mengakar selama berabad-abad berdasarkan adat-istiadat, tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali.

Dalam kesempatan itu Gubernur Bali Wayan Koster meluapkan rasa kebahagiaannya dan mengucapkan banyak terimakasih kepada Menag, Dirjen Bimas Hindu, Pejabat di Kementerian PAN-RB, Kemendikbud, Kemenkumham, hingga Sekretariat Negara, karena Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar yang terus diperjuangkannya untuk bisa naik status menjadi Universitas akhirnya bisa terwujud.

"Astungkara (atas izin Tuhan-red) IHDN telah berhasil menjadi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, sehingga atas kebijakan yang telah diberikan, saya mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali mengucapkan terima kasih," ucapnya.

Menurut Koster, peningkatan status Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar menjadi Universitas adalah hasil perjuangannya di era menjadi Anggota DPR selama tiga periode (2004-2009, 2009-2014, 2014-2019).

Saat itu dia bertugas di Komisi X dan di Badan Anggaran DPR dengan menyuarakan, memperjuangkan, dan mengawal kebijakan Pendidikan Keagamaan di DPR yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan bagi umat Hindu, Kristen/Katholik, dan Budha.

"Saat itu saya menemui langsung Menteri Agama (2004 - 2009), Bapak Muhammad Maftuh Basyuni," ujarnya.

Saat itu selain mengusulkan peningkatan status Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar menjadi Universitas, Koster juga mengusulkan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri di Mataram dan Palangkaraya menjadi Institut Hindu Dharma Negeri, dan berdirinya Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement