Jurnalis yang Melaporkan Puncak Wabah Virus Covid-19 di Wuhan Dipenjara 4 Tahun

Susi Susanti, Koran SI · Senin 28 Desember 2020 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 18 2334957 jurnalis-yang-melaporkan-puncak-wabah-virus-covid-19-di-wuhan-dipenjara-4-tahun-5PVGuyYCcB.jpg Foto: CNN

HONG KONG – Seorang jurnalis independen yang melaporkan puncak wabah virus Covid-19 di Wuhan diputuskan dipenjara selama selama empat tahun.

Hal ini diputuskan oleh pengadilan Shanghai pada Senin (28/12). Zhang Zhan diketahui melakukan perjalanan ke kota China tengah pada Februari lalu untuk melaporkan pandemi, tepat ketika pihak berwenang mulai mengekang media China yang dikelola pemerintah dan swasta.

Dikutip CNN, dia dilaporkan menghilang dari Wuhan sejak Mei lalu dan ditahan polisi di Shanghai. Dia didakwa dengan tuduhan memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah,pelanggaran yang biasa digunakan untuk menargetkan jurnalis dan aktivis hak asasi manusia.

Zhang adalah jurnalis warga pertama yang diketahui dihukum karena perannya dalam melaporkan pandemi virus corona.

Zhang adalah salah satu dari sejumlah reporter independen yang telah ditahan atau hilang di China sejak awal pandemi, ketika pihak berwenang menekan liputan virus dan saluran propaganda secara berlebihan.

(Baca juga: Miris, Wanita Ini Jadwalkan Pesan Bunuh Diri di-Posting Sehari Setelah Kematiannya)

Sebelumnya, pada Februari lalu, Chen Qiushi, yang memiliki video streaming langsung dari Wuhan selama penguncian kota dan memposting laporan di media sosial, dilaporkan menghilang. Lalu pada September, dia dilaporkan berada di bawah pengawasan negara. Dua jurnalis independen lainnya - Li Zehua dan Fang Bin - juga ditahan menyusul liputan mereka tentang wabah Wuhan.

“Dengan kedok memerangi virus korona baru, pihak berwenang di China telah meningkatkan penindasan secara online dengan memblokir pelaporan independen, berbagi informasi, dan komentar kritis atas tanggapan pemerintah,” terang Pembela Hak Asasi Manusia China, sebuah kelompok yang berbasis di Hong Kong.

Menurut Reporters Without Borders (RSF), China adalah penjara jurnalis terbesar di dunia dan sangat ketat mengontrol pers di dalam negeri sambil memblokir sebagian besar media asing melalui Great Firewall, alat sensor dan pengawasan online yang luas.

Pada Maret lalu, China juga dilaporkan mengusir jurnalis dari New York Times, Washington Post, dan Wall Street Journal. Ini menjadi “pengusiran” yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pers asing.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini