Pesta di Pantai, Pemerintah Australia Ancam Batalkan Visa

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 30 Desember 2020 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 18 2336405 pesta-di-pantai-pemerintah-australia-ancam-batalkan-visa-U7OsOIZ0h4.jpg Foto: CNN

MELBOURNE - Menteri Imigrasi, Kewarganegaraan, dan Urusan Multikultural Australia mengancam akan membatalkan visa setiap pengunjung yang melanggar aturan yang dirancang untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Hal ini terkait dengan ratusan orang yang menghadiri pesta pantai di Pantai Bronte Sydney pada Hari Natal lalu.

Diketahui, hanya 100 orang yang diizinkan berkumpul di acara luar ruangan di Greater Sydney pada 25 Desember lalu setelah pembatasan yang diperketat selama periode Natal.

Namun saksi mata mengatakan kerumunan di Pantai Bronte pada sore hari Natal mencapai ratusan orang. Banyak dari mereka minum alkohol dan tidak memakai masker.

Menteri Kesehatan negara bagian New South Wales (NSW) Brad Hazzard, memperingatkan pesta itu bisa menjadi “acara penyebar Covid-19 lebih luas.

Wartawan lokal Peter Hannam, yang kebetulan berjalan di dekat acara tersebut mengatakan sejumlah orang yang hadir berbicara dengan lantang dengan aksen Inggris.

“Ini adalah orang-orang yang sama yang setiap musim panas berkumpul di Pantai Bondi atau Bronte atau di tempat lain karena mereka ingin menunjukkan kepada teman-teman di belahan bumi utara bahwa ini Natal dan kita di musim panas,” katanya, dikutip CNN.

(Baca juga: Spanyol Akan Catat Warga yang Tolak Vaksin Covid-19)

Pihak berwenang akhirnya membubarkan acara tersebut dengan menurunkan polisi anti huru hara.

Tidak jelas berapa banyak kerumunan yang merupakan penduduk atau pengunjung dengan visa sementara.

Perbatasan Australia telah ditutup untuk siapa pun kecuali warga negara dan penduduk sejak Maret lalu. Pada April lalu, pemegang visa sementara, termasuk para backpacker, dapat memperpanjang visa mereka.

Menteri Imigrasi Alex Hawke telah memperingatkan setiap warga negara asing yang kedapatan melanggar perintah kesehatan masyarakat dapat ditinjau visanya atau bahkan dibatalkan.

“Pengunjung ke Australia harus sangat jelas jika mereka melanggar perintah kesehatan masyarakat, mereka mengancam kesehatan dan keselamatan warga Australia dan pemerintah federal akan memeriksa visa mereka,” terangnya saat wawancara dengan Australian Broadcasting Corporation pada 29 Desember lalu.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini