Setelah Pemungutan Suara Ketat, Senat Argentina Legalkan Aborsi

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 31 Desember 2020 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 18 2336558 setelah-pemungutan-suara-ketat-senat-argentina-legalkan-aborsi-7eTOheLt1J.jpg Foto: Reuters.

BUENOS AIRES -Senat Argentina pada Rabu (30/12/2020) mengambil suara untuk melegalkan aborsi, menjadikannya negara Amerika Latin pertama yang melakukannya. Keputusan itu dipandang sebagai kemenangan bagi aktivis hak perempuan atas keberatan dari Gereja Katolik.

Legalisasi aborsi sangat jarang terjadi di wilayah di mana Gereja telah memegang kendali budaya dan politik selama berabad-abad. Sebelumnya, aborsi diizinkan atas permintaan hanya di Kuba, Uruguay, dan sebagian Meksiko.

BACA JUGA: Pengawal Presiden Filipina Diimunisasi dengan Vaksin Covid-19 Selundupan

Pemungutan suara yang ketat digelar pada pukul 4 pagi setelah debat panjang yang berlangsung sepanjang malam. Dalam pemungutan suara 38-29 dengan satu abstain, Senat mendukung proposal pemerintah untuk mengizinkan aborsi hingga minggu ke-14 kehamilan. Majelis rendah telah menyetujuinya bulan ini.

Hasilnya dibacakan, kerumunan ribuan orang yang mendukung RUU itu meledak dengan sorak-sorai di luar gedung Senat di Buenos Aires, mengibarkan bendera hijau yang mewakili kampanye mereka. Asap hijau membubung dalam cahaya fajar di atas kerumunan.

“Ini perjuangan bertahun-tahun, banyak perempuan meninggal. Tidak akan ada lagi wanita yang terbunuh dalam aborsi rahasia,” kata Vilma Ibarra, penulis hukum dan sekretaris hukum dan teknis kepresidenan sebagaimana dilansir Reuters.

Keputusan tersebut dapat menjadi preseden untuk perubahan yang lebih luas di Amerika Latin yang konservatif di mana ada seruan yang berkembang untuk hak reproduksi yang lebih besar bagi perempuan.

BACA JUGA: Ini Alasan Vatikan Sebut Vaksin Covid-19 dari Sel Jaringan Janin Hasil Aborsi Bisa Diterima secara Moral

Hingga saat ini, hukum Argentina hanya mengizinkan aborsi jika ada risiko serius bagi kesehatan ibu atau dalam kasus pemerkosaan. Kelompok pro-pilihan berpendapat bahwa kriminalisasi aborsi merugikan perempuan dari kelompok yang paling rentan. Kementerian Kesehatan Argentina mengatakan lebih dari 3.000 wanita meninggal akibat aborsi ilegal dari 1983-2018.

Gereja Katolik berpendapat bahwa aborsi melanggar hak untuk hidup.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini