Pengawal Presiden Filipina Diimunisasi dengan Vaksin Covid-19 Selundupan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 30 Desember 2020 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 18 2336430 pengawal-presiden-filipina-diimunisasi-dengan-vaksin-covid-19-selundupan-lvokhogtiO.jpg Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana. (Foto: Reuters)

MANILA - Menteri pertahanan Filipina pada Rabu (30/12/2020) mengatakan bahwa para pengawal dan detail keamanan Presiden Rodrigo Duterte telah diberikan vaksin virus Covid-19 yang tidak disetujui dan diselundupkan ke negara itu. Meski begitu, Delfin Lorenzana mengatakan langkah tersebut dapat “dibenarkan”.

Berita tentang unit pasukan khusus yang diinokulasi pada awal September telah menyebabkan kehebohan di antara para aktivis, dengan regulator obat dan makanan (FDA) belum memberikan persetujuannya untuk vaksin Covid-19. Hingga saat ini Filipina juga belum memberikan perkiraan waktu kapan petugas kesehatan akan divaksinasi.

BACA JUGA: Video Pembunuhan Brutal oleh Polisi Viral, Ibu dan Anak Ditembak di Depan Umum

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana mengatakan anggota Kelompok Keamanan Presiden (PSG) memperoleh vaksin tanpa izin pemerintah dan telah disuntik tanpa sepengetahuannya.

"Ya diselundupkan, karena tidak diberi izin, hanya pemerintah yang bisa mengotorisasi," ujarnya sebagaimana dilansir Reuters, saat ditanya wartawan apakah vaksin itu diselundupkan ke Filipina.

"Mereka perlu menjelaskan karena mereka melanggar aturan FDA."

Meski begitu, dia menambahkan: "Itu dibenarkan ... itu akan melindungi mereka sehingga mereka tidak akan terinfeksi dan pada saat yang sama mereka dapat melindungi presiden."

Pada Selasa (29/12/2020), Pimpinan PSG Brigjen Jesus Durante mengatakan kepada saluran berita ANC bahwa beberapa anggota unit telah memberikan vaksin virus corona "dengan itikad baik" dan presiden baru diberi tahu setelah itu.

Durante mengatakan unit tersebut tidak bisa menunggu persetujuan. Dia tidak mengatakan bagaimana vaksin itu diperoleh, atau vaksin mana yang digunakan.

Pada Senin (28/12/2020) FDA dan kementerian kesehatan mengeluarkan peringatan mengenai penggunaan vaksin yang tidak disetujui dan mengatakan bahwa mengimpor, mendistribusikan atau menjualnya adalah ilegal.

BACA JUGA: Presiden Filipina Ancam Bunuh Orang yang Menudingnya Korupsi dengan Tuduhan Palsu

Akbayan Partylist, sekelompok anggota parlemen sayap kiri, berseru pada Rabu atas apa yang disebut "perawatan VIP" ketika pemerintah daerah berjuang untuk mendapatkan anggaran untuk memerangi virus corona.

Ditanya bagaimana PSG memperoleh vaksin dan mana yang digunakan, menteri kesehatan Francisco Duque mengatakan FDA sedang menyelidiki. Kepala FDA Rolando Enrique Domingo mengatakan tim penegakannya belum menyelesaikan laporannya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini