Video Pembunuhan Brutal oleh Polisi Viral, Ibu dan Anak Ditembak di Depan Umum

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 23 Desember 2020 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 18 2332277 video-pembunuhan-brutal-ibu-dan-anak-oleh-polisi-picu-kemarahan-di-filipina-vnw7xAsaSj.jpg Foto: CNN Filipina.

MANILA - Seorang polisi dari Filipina terekam kamera secara brutal menembak mati ibu dan anak yang tidak bersenjata dalam sebuah insiden pada Minggu (20/12/2020). Kejadian itu telah memicu kemarahan publik dan kembali memunculkan pertanyaan mengenai maraknya penyalahgunaan wewenang oleh polisi di pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte.

Dalam video tersebut, tersangka, Sersan Utama Jonel Nuezca, terlihat berpakaian preman, berdebat dengan seorang ibu dan anak di Tarlac, sebuah provinsi sekira dua jam di utara Manila.

BACA JUGA: Penembakan Brutal Pria Kulit Hitam oleh Polisi Picu Kerusuhan di Wisconsin

Video tersebut direkam oleh seorang saksi mata, Alyssa Calosing, yang menampilkan Nuezca mengeluarkan pistol dan menembak sang ibu, Sonya Gregorio, (52 tahun), dan putranya Frank Anthony Gregorio, (25 tahun), saat mereka berpegangan erat.

Dalam sebuah wawancara radio, kepala polisi Paniqui mengatakan kedua pihak terlibat dalam perselisihan hak jalan sebuah properti, tetapi insiden penembakan itu bermula dari penembakan meriam PVC, yang juga dikenal sebagai boga, oleh keluarga Gregorio.

“Tersangka pergi ke sana untuk mengonfrontasi mereka, lalu masalah hak jalan muncul dan insiden penembakan terjadi. Kemarahan tersangka rupanya dipicu oleh konfrontasi antara putrinya dan Gregorio yang lebih tua,” ujarnya sebagaimana dilansir World of Buzz.

Menurut The Washington Post, putri Nuezca, yang masih di bawah umur, juga hadir dan terlihat dalam video berjalan-jalan sebelum memberi tahu Sonya untuk melepaskan putranya.

Ayahku adalah seorang polisi! gadis itu berteriak.

Aku tidak peduli! Gregorio balas berteriak.

BACA JUGA: Ditembak Polisi 7 Kali dari Belakang, Jacob Blake Terancam Lumpuh

“Kamu bajingan. Apakah kamu ingin aku menghabisimu sekarang?” kata Nuezca.

Dia kemudian menembak mereka berdua sementara banyak saksi yang menyaksikan berteriak ketakutan.

Alyssa Calosing, salah satu saksi menjelaskan bahwa Nuezca telah memukul Gregorio sebelumnya dan bahwa orang-orang di sana menangis dan memintanya untuk berhenti. Dia juga mengatakan setelah menembak ibu dan putranya, Nuezca pergi bersama putrinya.

“Mereka pergi seolah tidak ada apa-apa… Saya merasa saya mati rasa seperti jiwa saya meninggalkan tubuh saya. Kemudian ketika saya merasakan sesuatu bergerak, saya mulai melompat marah dan menangis,” katanya.

Seperti dilansir CNN Filipina, sekira satu jam setelah kejadian, dia (tersangka) menyerahkan diri di Polsek Rosales Pangasinan. Tersangka juga menyerahkan pistol semi-otomatis 9mm yang dikeluarkan kepolisian Filipina (PNP) yang digunakan dalam kejahatan tersebut.

Kepala PNP Wilayah 3 Brigjen. Val de Leon mengatakan dua dakwaan pembunuhan akan diajukan terhadap polisi tersebut karena Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah menjamin penyelidikan yang menyeluruh, tidak memihak, dan cepat.

Tidak ada jaminan yang direkomendasikan, kata de Leon.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini