Ditembak Polisi 7 Kali dari Belakang, Jacob Blake Terancam Lumpuh

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 26 Agustus 2020 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 18 2267599 ditembak-polisi-7-kali-dari-belakang-jacob-blake-terancam-lumpuh-WDoRlDNb8Y.jpg Jacob Blake (kiri) ditembak beberapa kali oleh polisi dari belakang. (Foto: BenCrup.com)

KENOSHA – Jacob Blake, pria kulit hitam yang menjadi korban penembakan brutal oleh polisi di Kenosha, Wisconsin, Amerika Serikat (AS), terancam tidak akan dapat berjalan lagi, demikian disampaikan para pengacaranya.

Blake secara luar biasa berhasil bertahan hidup setelah menerima ditembak tujuh kali dari belakang oleh seorang polisi saat mencoba masuk ke mobilnya pada Minggu (23/8/2020). Namun, menurut pengacaranya, pria berusia 29 tahun itu membutuhkan “keajaiban” untuk dapat kembali berjalan.

Penembakan itu memicu protes yang berujung kerusuhan dan penjarahan di Kenosha, memaksa Gubernur Wisconsin mengerahkan Garda Nasional ke kota itu untuk memulihkan keamanan.

BACA JUGA: Penembakan Brutal Pria Kulit Hitam oleh Polisi Picu Kerusuhan di Wisconsin

Disebutkan bahwa setidaknya satu peluru yang ditembakkan menembus sumsum tulang belakang Blake, menyebabkan dia lumpuh. Dokter tidak yakin apakah Blake akan dapat memulihkan penggunaan kakinya.

"Keluarganya percaya pada keajaiban, tetapi diagnosis medis saat ini adalah bahwa dia lumpuh dan, karena peluru itu merusak sumsum tulang belakangnya dan menghancurkan beberapa tulang punggungnya, akan membutuhkan keajaiban bagi Jacob Blake Jr untuk bisa berjalan lagi,” kata Pengacara Ben Crump dalam konferensi pers Selasa (25/8/2020) sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: Protes Penembakan Jacob Blake Berlanjut, Garda Nasional Dikerahkan ke Wisconsin

Blake dilaporkan juga mengalami lubang di perutnya, cedera lengan dan kerusakan pada ginjal dan hatinya. Crump mengatakan bahwa sebagian besar usus besar dan usus kecil Blake harus diangkat akibat luka dari penembakan itu.

Pengacara Blake mengatakan dia telah mencoba untuk "meredakan insiden rumah tangga" saat penembakan itu terjadi. Saksi mata mengatakan hal yang sama kepada media lokal.

Ibu Blake, Julia Jackson mencoba menenangkan demonstran dan warga yang marah, mengatakan bahwa putranya telah "berjuang untuk hidupnya", tetapi akan sangat tidak senang jika tahu tentang “kekerasan dan kehancuran yang terjadi sejauh ini”.

Protes dan kerusuhan di Kenosha setelah penembakan Blake telah berlangsung selama dua malam berturut-turut. Foto-foto dan video yang beredar di media menunjukkan kendaraan dan bangunan yang rusak serta aksi massa yang bentrok dengan polisi.

Pada Selasa, Gubernur Wisconsin Tony Evers mengatakan dia akan mengirim lebih banyak pasukan Garda Nasional ke Kenosha untuk melindungi gedung-gedung negara dan mendukung petugas pertolongan pertama dan petugas pemadam kebakaran. Keadaan darurat juga telah diumumkan di Wisconsin.

Departemen Kehakiman Wisconsin sedang menyelidiki insiden penembakan di Kenosha itu, sementara para petugas yang terlibat telah diberi cuti administratif. Sebuah petisi yang meminta mereka untuk didakwa telah mengumpulkan puluhan ribu tanda tangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini