Gempa Tektonik Magnitudo 5,1 Guncang Nias

Robert Fernando H Siregar, Okezone · Kamis 31 Desember 2020 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 608 2337043 gempa-tektonik-magnitudo-5-1-guncang-nias-ei3BBpZun7.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

NIAS - Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 5,1 mengguncang wilayah Nias, Provinsi Sumatera Utara, Kamis 31 Desember 2020, pukul 17.49 WIB. Gempa bumi tersebut tidak berpotensi Tsunami.

Kepala pusat gempa bumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi itu memiliki parameter update dengan M 5,2. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,32 Lintang Utara dan 97,64 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 34 kilometer arah Barat Daya Nias Selatan, Sumatera Utara pada kedalaman 23 kilometer.

"Jenis dan mekanisme gempa bumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktifitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (Thrust Fault)," sebutnya kepada Okezone, Kamis (31/12/2020).

Baca Juga:  Gempa M4,0 Guncang Kabupaten Kolaka Sultra

Bambang Setiyo Prayitno menerangkan, guncangan gempa bumi itu dirasakan di Teluk Dalam II- III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi itu tidak berpotensi Tsunami. Dan hasil monitoring BMKG, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau Aftershock.

Kepada masyarakat, pungkas Bambang Setiyo Prayitno, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Diimbau juga agar menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa.

Baca Juga:  Gempa M5,8 Landa Sangihe Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, atau pun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa. Sebab, kondisi tersebut dapat membahayakan kestabilan bangunan, dan harus dipastikan keamanannya sebelum kembali ke dalam rumah.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini