Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KSAL Sebut "Drone Laut" Bisa Menyelam Sampai Kedalaman 2.000 Meter

Riezky Maulana , Jurnalis-Senin, 04 Januari 2021 |12:07 WIB
KSAL Sebut
Temuan Drone Bawah Laut di Selayar (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudho Margono menjelaskan bahwasanya drone yang ditemukan di Kepualauan Selayar, Sulawesi Selatan merupakan sea glider. Alat tersebut dipastikan dapat menyelam hingga 2.000 meter di bawah permukaan laut.

Dia menjelaskan, sea glider ini merupakan alat yang mirip dengan argo float.

"Nah ini adalah alat ini hampir sama dengan argofloat, bisa sama fungsinya bersama argofloat kalau di dalam dunia internasional, dimana cara kerjanya diturunkan menggunakan kapal. Kapal survey tentunya, ini seperti yang kita punya. Kemudian perlahan turun hingga mencapai kedalaman 2.000 meter," kata Yudo di Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Senin (4/1/2021).

Dia menjelaskan, argoloat merupakan instrumen yang bergerak mengikuti arus bawah laut yang akan muncul ke permukaan setiap 9 hari sekali. Nantinya, Argofloat akan mengirimkan data kepada satelit.

"Perlahan turun sampai enam jam dengan kecepatan 1.000 knot. Kemudian melayang selama 9 hari terbawa arus. Melayang-layang dan setelah itu menuju kedalaman. Selama 9 hari bisa naik lagi. Saat melayang menuju permukaan dia akan merekam profile suhu salinitas hingga 12 jam dan kirim data melalui satelit," ungkapnya.

Dia menuturkan, sea glider ini dapat bertahan di laut mulai dari hingga dua tahun lamanya. Alat tersebut, kata Yudo, diluncurkan melalui kapal.

"Sea glider ini dapat bertahan sampai dua tahun beroperasi di laut. Jadi alat ini juga bisa berjalan mengikuti arah arus karena di sini ada kemudinya. Wlw ini diluncurkan dari kapal, membuat track line, dan misi operasi," katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement