Kewalahan Diduga Kehabisan Oksigen di ICU, Dokter Terkulai Lemas di Sudut Bangsal

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 06 Januari 2021 10:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 18 2339671 kewalahan-diduga-kehabisan-oksigen-di-icu-dokter-terkulai-lemas-di-sudut-bangsal-CtKM3OXxhj.jpg Foto: Daily Mail

MESIR – Pemandangan tak biasa terjadi di surut rumah sakit yang penuh sesak dengan pasien Covid-19 di Mesir.

Seorang dokter terlihat kewalahan sehingga dia terlihat terkulai di sudut ruangan sambil menangkupkan lututnya di sudut bangsal perawatan intensif Mesir dengan tangan di lutut. Saat itu kondisi sedang chaos karena pihak rumah sakut kehabisan oksigen.

Melalui video rekaman terlihat para dokter dengan panik berusaha menyelamatkan pasien Covid-19 di bangsal perawatan intensif di rumah sakit Mesir setelah kekurangan pasokan oksigen.

Petugas medis yang panik terlihat berusaha mati-matian untuk menyelamatkan pasien dengan memompa oksigen secara manual ke paru-paru mereka.

Video tersebut menunjukkan sejumlah pasien yang tidak bergerak di tempat tidur Rumah Sakit Pusat al-Husseineya di Shargia Governorate.

(Baca juga: 11 Pria Didakwa Pemerkosaan Pramugari Filipina, 3 Ditangkap, 8 Buron)

Petugas medis akhirnya tidak dapat menyelamatkan empat orang yang meninggal akibat virus corona.

“Semua orang di perawatan intensif sudah meninggal ... tidak ada oksigen,” terang seorang kerabat dari salah satu pasien yang merekam rekaman tersebut, dikutip Daily Mail.

Belum ada komentar resmi dari pihak rumah sakit mengenai situasi tersebut.

Terkait hal ini, Wakil Menteri Kesehatan Mesir di Sharqia, Hisham Masoud langsung mengeluarkan pernyataan setelah rekaman itu beredar luas. Dia mengatakan pihaknya dibagikan sedang menyelidiki insiden tersebut.

Dia telah mengirim tim ke rumah sakit dan telah memastikan jika empat orang meninggal dan salah satunya telah menggunakan ventilator.

Masoud membantah tuduhan kerabat yang merekam video tersebut jika pasien meninggal disebabkan kekurangan oksigen.

Dia menegaskan pasien meninggal karena menderita penyakit kronis selain virus.

Kantor kejaksaan Sharqia juga mengatakan mereka sedang menyelidiki kematian tersebut.

Menurut seorang pejabat di kantor kejaksaan umum di Kairo, direktur rumah sakit dan dokter sedang diinterogasi.

Dilansir outlet berita lokal, empat orang tewas adalah dua wanita berusia 60-an dan dua pria berusia 76 tahun dan 44 tahun. Saat ini ada 36 pasien virus yang dirawat di bangsal isolasi rumah sakit.

Kematian itu menyusul tuduhan serupa yang dilontarkan orang ;ain pekan lalu yang menyatakan dua pasien meninggal karena kekurangan oksigen di rumah sakit yang dikelola pemerintah di tempat lain di Delta Nil.

Jaksa di provinsi Menoufiya telah melakukan penyelidikan penyebab kematian pada Jumat (1/1).

Diketahui, Mesir, negara terpadat di dunia Arab yang dihuni lebih dari 100 juta orang, menghadapi lonjakan kasus virus corona yang dikonfirmasi. Pemerintah pun diminta memberlakukan lockdown untuk menahan gelombang kedua pandemi.

Lonjakan kasus Covid-19 terus dilaporkan naik setiap hari dalam beberapa minggu terakhir. Kementerian Kesehatan mengumumkan lebih dari 1.400 kasus baru dan 54 kematian pada Sabtu (2/1).

Secara keseluruhan, Mesir telah melaporkan 140.878 kasus yang dikonfirmasi, termasuk 7.741 kematian. Namun, jumlah sebenarnya diperkirakan jauh lebih tinggi, karena masih kurangnya alat tes dan banyaknya pasien yang dirawat di rumah atau di rumah sakit swasta.

Otoritas kesehatan tertinggi Mesir mengumumkan vaksin asal China yang dibuat oleh Sinopharm telah disetujui untuk penggunaan darurat, dan inokulasi akan dimulai dalam dua minggu mendatang.

Menteri Kesehatan Hala Zayed mengatakan negosiasi juga sedang berlangsung untuk mendapatkan dua vaksin lainnya. Yakni dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, serta satu dari Pfizer dan mitra Jermannya BioNTech.

Menurut media milik pemerintah Al-Ahram, Menteri Keuangan Mohamed Maait mengatakan bulan lalu bahwa pemerintah telah menandatangani kontrak untuk membeli 20 juta dosis vaksin Pfizer / BioNTech dan 30 juta dosis vaksin AstraZeneca.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini