Bantu Pencarian Sriwijaya Air SJ-182, Korsel Kirimkan Kapal Pendeteksi Bawah Laut Canggih

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 11 Januari 2021 16:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 18 2342589 bantu-pencarian-sriwijaya-air-sj-182-korsel-kirimkan-kapal-pendeteksi-bawah-laut-canggih-7SYtvHOjMg.jpg Kapal pendeteksi bawah laut ARA dilengkapi dengan pendeteksi presisi multi beam echo sounder (garis putus-putus kuning). (Foto: dok. Kedubes Korsel)

JAKARTA – Korea Selatan memberikan bantuan kapal riset dan pendeteksi bawah laut serta, tenaga ahli pengoperasiannya, untuk mendukung upaya pencarian pecahan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Kapal riset canggih ARA itu dioperasikan Korea-Indonesia Marine Technology Cooperation Research Center (MTCRC) itu dikerahkan atas permintaan darurat dari Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenmarves) RI Safri Burhanuddin, demikian keterangan dari Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta, Senin (11/1/2021).

BACA JUGA: Interpol Tawarkan Bantuan Identifikasi Jasad Korban Sriwijaya Air SJ-182

Kapal ARA merupakan kapal berbobot 12 ton yang didatangkan ke Indonesia oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (MOF) Korea Selatan pada 2020 guna mendorong program kerja sama survei awal untuk kawasan pesisir Cirebon, Indonesia dalam skema ODA (Overseas Development Assistance). Kapal ini dilengkapi dengan alat pendeteksi bawah laut super presisi multi beam secho sounder, dan didesain khusus untuk riset laut dangkal sehingga kehadirannya diharapkan bisa membantu proses pencarian yang dilakukan.

Selain Kapal ARA MTCRC juga menerjunkan 15 orang tenaga ahli (3 awak kapal riset, 5 tenaga ahli pengoperasian perlengkapan, dan 7 tenaga ahli pendataan), termasuk Kepala MTCRC Park Hansan, ke lokasi pencarian untuk bekerja sama dengan tim Indonesia.

BACA JUGA: Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh, Ucapan Belasungkawa Mengalir dari Negara-Negara Sahabat

Kapal ARA yang dilengkapi alat pendeteksi ini bertolak dari pelabuhan Cirebon ke pelabuhan Tanjung Priok pada Senin (11/1) pukul 4.30 pagi dan rencananya dikerahkan ke lokasi kecelakaan pada Senin sore, setelah melalui koordinasi detail dengan pihak-pihak terkait.

Korea Selatan, sebagai negara yang memiliki hubungan Kemitraan Strategis Khusus dengan Indonesia, akan proaktif bekerja sama dengan Indonesia agar seluruh proses pencarian Sriwijaya Air SJ-182 dapat berlangsung cepat dan aman.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini