2 Menteri Kabinet Meninggal Terinfeksi Covid-19, Malawi Umumkan Keadaan Darurat

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 13 Januari 2021 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 18 2343634 2-menteri-kabinet-meninggal-terinfeksi-covid-19-malawi-umumkan-keadaan-darurat-wtAxy24XPg.jpg Presiden Malawi Lazarus Chakwera. (Foto: Reuters)

LILONGWE - Presiden Malawi Lazarus Chakwera mengumumkan keadaan bencana dalam sebuah pidato kenegaraan, beberapa jam setelah dua menteri kabinetnya meninggal karena Covid-19. Pengumuman ini disampaikan di saat Malawi tengah mengalami lonjakan infeksi virus corona.

Menteri Perhubungan Sidik Mia dan Menteri Pemerintah Daerah Lingson Berekanyama keduanya meninggal karena penyakit itu Selasa (12/1/2021) dini hari, kata juru bicara pemerintah. Keduanya adalah anggota senior Partai Kongres Malawi (MCP), mitra utama dalam aliansi yang menggulingkan mantan Presiden Peter Mutharika pada Juni tahun lalu.

BACA JUGA: Lazarus Chakwera Terpilih Sebagai Presiden Baru Malawi

Dalam pidatonya, Chakwera mengatakan kematian kedua menteri itu sebagai “kerugian yang tak terhitung”, sementara pemerintah mengumumkan masa berkabung selama tiga hari mulai Selasa.

Kematian kedua menteri tersebut terjadi setelah rapat kabinet dan pertemuan lain yang dihadiri oleh politisi selama periode Natal, tetapi para pejabat tidak mengatakan di mana para korban terinfeksi.

Ke-31 kabinet Malawi menghadiri pertemuan di kantor oval presiden pada 21 Desember, dan keesokan harinya Menteri Tenaga Kerja Ken Kandodo melaporkan telah tertular virus corona. Dia telah pulih. Menteri lainnya, Rashid Gaffar, melakukan isolasi mandiri di rumah.

Pemerintah mengumumkan bahwa mantan Gubernur Bank Sentral Malawi, Francis Perekamoyo, dan Sekretaris Utama di Kementerian Penerangan, Ernest Kantchentche, juga meninggal karena Covid-19.

Chakwera pada Selasa memanggil pertemuan darurat gugus tugas Covid-19 untuk mengeluarkan tindakan baru yang potensial.

BACA JUGA: 2 Siswi Dilarang Berhijab di Sekolah, PBB Serukan Peningkatan Toleransi Beragama

Malawi menghadapi kebangkitan kasus virus corona, dengan sekitar 30 persen infeksi yang dikonfirmasi terdaftar dalam dua minggu terakhir saja.

Pada Senin (11/1/2021), negara itu mencatat 452 kasus Covid-19 baru dan 10 kematian baru, rata-rata harian tertinggi sejak kasus pertama dikonfirmasi pada April 2020, demikian disampaikan Ketua Satuan Tugas Presiden untuk COVID, John Phuka dalam sebuah pernyataan yang dilansir Al Jazeera.

Dia mengatakan Malawi sekarang memiliki total kumulatif 9.027 kasus yang dikonfirmasi dan 235 kematian terkait. Sekitar 1.852 kasus merupakan kasus impor, sebagian besar dari orang-orang yang kembali dari Afrika Selatan, tempat ditemukannya varian virus baru yang sangat menular.

Chakwera sebelumnya menyalahkan lonjakan itu pada penurunan kewaspadaan selama musim perayaan.

"Kita semua harus bangkit bersama dan melakukan apa yang para ahli kesehatan perintahkan untuk kita lakukan," kata Chakwara dalam pidatonya.

"Masing-masing dari kita harus memakai masker di depan umum, jarak sosial dan mencuci tangan ... kita berjuang untuk hidup dan masa depan kita sendiri."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini