Dilema, Wanita Ini Disuruh Pilih antara Rumah atau Anjing Peliharaannya

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 13 Januari 2021 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 18 2343670 dilema-wanita-ini-disuruh-pilih-antara-rumah-atau-anjing-peliharaannya-0zPWQKGiZM.jpg Foto: CTV News

KANADA - Wanita ini harus memilih antara rumah atau anjingnya, karena hewan peliharaannya dianggap terlalu tinggi.

Rabiya Merani terkejut menerima surat yang mengatakan kepadanya dia harus pindah dari flatnya atau menyerahkan anjingnya karena tingginya mencapai 35 sentimeter.

Rabiya yang tinggal di blok apartemen kelas atas Vancouver menghadapi keputusan yang memilukan untuk menyerahkan flatnya, atau anjing kesayangannya.

Scout, anjing Golden Retriever berumur sembilan bulan, dianggap terlalu tinggi untuk tinggal di flat itu.

Rabiya Merani terkejut menerima surat dari manajer gedung Surrey Strata.

“Anjing Anda sudah lebih tinggi dari izin peraturan, oleh karena itu dewan strata memutuskan Anda harus mengeluarkan anjing dari tempat tersebut,” tulis surat itu, dikutip Daily Star.

Rabiya memohon kepada manajemen perusahaan untuk mempertimbangkan kembali keputusan itu. Namun perusahaan menolaknya.

Berbicara kepada layanan berita Kanada CTV, dia mengatakan ada orang lain yang tinggal di flatnya melanggar aturan karena memiliki seekor anjing yang tingginya kira-kira sama dengan anjing miliknya. Atau dalam beberapa kasus, ada yang memiliki banyak anjing. Namun pemilik anjing itu tidak mendapatkan pilihan sulit seperti dirinya.

(Baca juga: Tolak Sekolah Pakai Rok Pendek, Keluarga Siswi Muslim Ini Diancam Dibawa ke Pengadilan)

Rabiya pun putus asa untuk mencapai kompromi dengan pihak perusahaan.

Dia dikabarkan sudah mencari tempat tinggal baru. Namun dia ingin menyuarakan hal ini untuk meningkatkan kesadaran bahwa apa yang dia katakan adalah situasi yang sangat tidak adil.

“Saya ingin memastikan jika meskipun saya meninggalkan tempat ini. Saya ingin memastikan bahwa saya meninggalkannya di tempat yang lebih baik daripada saat saya datang,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu tetangga Rabiya, Donna Mitchell, mengatakan aturan perusahaan tentang hewan peliharaan tidak masuk akal baginya.

(Baca juga: 2 Menteri Kabinet Meninggal Terinfeksi Covid-19, Malawi Umumkan Keadaan Darurat)

“Anda dapat memiliki anjing kecil yang cukup mengganggu dan anjing besar yang pendiam dan tidak menimbulkan masalah apa pun, jadi menurut saya itu diskriminatif terhadap orang-orang di mana mereka dapat tinggal dan di mana mereka tidak bisa, berdasarkan ukuran anjing mereka,” terangnya.

Donna, yang sudah tinggal di blok tersebut selama lebih dari 10 tahun, menambahkan ada warga lain yang memiliki anjing seukuran Scout, dan ada juga yang lebih dari satu anjinga.

Dia menjelaskan tak satu pun dari mereka diminta untuk memilih antara rumah dan hewan peliharaan mereka.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini