Pecah Rekor, Trump Dimakzulkan Dua Kali dalam Sejarah

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 14 Januari 2021 05:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 18 2344077 pecah-rekor-trump-dimakzulkan-dua-kali-dalam-sejarah-l0oZ71mAGu.jpg Foto: Reuters

WASHINGTONPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi dimakzulkan. Trump menjadi Presiden AS pertama yang dimakzulkan dua kali.

Ini terkait dengan kerusuhan yang terjadi di gedung Capitol beberapa waktu lalu. Sebanyak 10 anggota Republika memberikan suara menentang partainya sendiri dan Trump, dengan hasil akhir berupa 232 suara untuk dimakzulkan dan 197 menentang.

Dikutip Daily Star, Trump dituduh menghasut pemberontakan menyusul kerusuhan mematikan di Capitol AS pekan lalu. Insiden ini membuat akunTrump diblokir di serangkaian platform media sosial (medsos). Termasuk Facebook, Twitter, Snapchat dan Twitch.

Senat akan segera mengadakan persidangan tentang apakah Trump bersalah atas perannya dalam kerusuhan Capitol minggu lalu.

Juru bicara Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell mengonfirmasi dirinya telah memberi tahu Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer jika dia tidak membawa Senat kembali sebelum 19 Januari.

Itu adalah hari sebelum pelantikan Presiden terpilih Joe Biden. Ini artinya Trump tidak dapat dicopot dari jabatannya sebelum tanggal itu.

(Baca juga: Pembunuh Ibu Hamil jadi Wanita Pertama yang Dieksekusi Mati di AS Sejak 1953)

Sementara itu, Gedung Putih mengeluarkan pernyataan dari Trump, yang menyerukan perdamaian tetapi tidak membahas pemakzulannya.

“Mengingat laporan tentang lebih banyak demonstrasi, saya mendesak bahwa TIDAK boleh ada kekerasan, TIDAK ada pelanggaran hukum dan TIDAK ada vandalisme dalam bentuk apa pun. Bukan itu yang saya perjuangkan, dan bukan pula yang diperjuangkan Amerika. Saya meminta SEMUA orang Amerika untuk membantu meredakan ketegangan dan menenangkan emosi. Terima kasih,” terang pernyataan Presiden, dikutip Daily Mail.

(Baca juga: ndonesia Rencanakan Kerja Sama Ketahanan Kesehatan dengan China)

Orang terakhir yang mengumumkan dirinya akan memberikan suara terhadap Trump, pemimpin partainya sendiri adalah Dan Newhouse, dari Washington. “Menutup mata terhadap serangan brutal terhadap Republik kami bukanlah suatu pilihan,” tegasnya.

Sebelumnya, Trump sempat dimakzulkan atas hubungan teleponnya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini