Polda Lampung Terjunkan Tim Trauma Healing untuk 3 Keluarga Korban Sriwijaya SJ-182

Andres Afandi, iNews · Kamis 14 Januari 2021 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 340 2344533 polda-lampung-terjunkan-tim-trauma-healing-untuk-3-keluarga-korban-sriwijaya-sj-182-W81P9LqRgL.jpg ilustrasi Pesawat Sriwijaya Air

LAMPUNG - Polda Lampung menurunkan tim trauma healing bidang biro SDM dan tim DVI Polda Lampung untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap tiga keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Tulang Bawang Barat, Lampung.

Pendampingan psikologis dilakukan dengan menyambangi kediaman ketiga keluarga korban yakni Pipit Piyono (25)/ Yohanes (27) / dan Sugiono Effendi (35) di Tiyuh Toto Makmur, Kecamatan Batu Putih, Tulang Bawang Barat.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, pendampingan yang dilakukan adalah pertolongan pertama psikologis kepada keluarga korban Sriwijaya SJ-182.

"Psychological first aid atau PFA ini dilakukan dengan hadir mendampingi keluarga korban baik secara fisik maupun psilologis," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, Kamis (14/1/2021).

Harapan dari pendampingan ini agar pihak keluarga mampu memfasilitasi keluarga korban dalam menghadapi kecemasan yang mungkin muncul saat masih menunggu kabar kejelasan keluarganya yang hilang dalam insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

Baca Juga : Korban Sriwijaya Air Asy Habul Yamin Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Pendampingan dilakukan dengan berkomunikasi secara langsung melalu proses konseling untuk memfasilitasi reaksi emosional. Seperti ungkapan rasa sedih, cemas, marah, dan penuh harap dari keluarga kondisi anggota keluarganya yang hilang.

Layanan dukungan psikologis ini diharapkan bisa mengurangi beban psikologis keluarga korban, agar bisa terus bersabar menghadapi musibah, serta tetap berdoa terbaik akan nasib para keluarganya atas kecelakaan maut itu seraya mempersiapkan kondisi psikologis keluarga korban untuk menghadapi kemungkinan terburuk mengenai kondisi korban.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini