Warga Miskin di Tuban Menangis, Namanya Dicoret dari Daftar Penerima BPNT

Pipiet Wibawanto, iNews · Kamis 14 Januari 2021 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 519 2344147 warga-miskin-di-tuban-menangis-namanya-dicoret-dari-daftar-penerima-bpnt-mSFT6py5oX.png Nenek Darwati di rumahnya (foto: tangkapan layar)

TUBAN - Seorang warga miskin di Kabupaten Tuban, Jawa Timur menangis usai dicoret dari penerima program Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT. Kondisi ini membuat ia sempat kesulitan untuk makan, lantaran tak punya uang untuk membeli beras.

Nenek Darwati (58) berharap agar pihak terkiat mengkroscek terlebih dahulu data-data yang akan dicoret dari penerima bantuan program Kementerian Sosial ini, agar penerima bantuan lebih tepat sasaran.

Baca juga:  Bansos Tunai Diperpanjang hingga Juni 2021, Kini Cuma Dapat Rp200.000

Warga Desa Widang, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban ini tak kuasa menahan tangis, usai menceritakan pencoretan dirinya dari daftar penerima program Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT.

Darwati adalah satu dari puluhan keluarga miskin di Tuban, yang secara sepihak dicoret dari data penerima BPNT Kementerian Sosial itu.

Baca juga:  Bansos Cair, Penyerapan Anggaran Kemensos Tertinggi 

Pencoretan nama Darwati dari penerima bantuan BPNT ini diketahui setelah ia datang ke agen penyalur bantuan, untuk mengambil jatah beras dan lauk pauk seperti bulan-bulan sebelumnya. Namun saat kartu keluarga sejahtera digesek hingga dua kali, ternyata saldonya kosong.

Darwati yang berpenghasilan tak tentu ini pun, bingung kemana ia mengadu, lantaran pencoretan namanya dari penerima BPNT, tidak ada pemberitahuan. Bahkan kondisi ini membuat ia sempat kesulitan untuk makan, lantaran tak punya uang untuk membeli beras.

“Sejak satu bulan ini, saya suruh gesek kok sudah tidak ada, biasanya ya dapat,” cerita Darwati, Kamis (14/1/2021).

Sehari-hari, Darwati tinggal bersama suaminya di rumah 4 meter x 3 meter di sebuah gang sempit, untuk bertahan hidup, ibu dua anak ini bekerja serabutan sebagai buruh tani dan terkadang jualan tempe dan bawah merah di pasar dekat rumahnya.

“Suami pencari kangkung di sawah, dengan penghasilan Rp20 ribu perhari,” katanya.

Bantuan dari Kementerian Sosial ini sangat berharga bagi Darwati dan suaminya, biasanya tiap bulan ia menerima bantuan BPNT berupa beras 15 kilogram, tahu tempe dan telur satu kilogram. Namun kini ia hanya bisa pasrah dan berharap namanya dikembalikan menjadi penerima bantuan.

Sementara itu, Kepala Dusun setempat, Widodo mengatakan, di wilayahnya ada sekitar 10 warga miskin yang mengalami nasib serupa seperti Darwati.

Terkait hal ini, pihak desa telah melapor sebanyak 5 kali ke Dinas Sosial Tuban, agar Darwati dan warga miskin lain yang dicoret ini bisa kembali menerima bantuan seperti bulan-bulan sebelumnya.

“Kami selaku dari desa untuk pencoretannya kami tidak tahu, ini kondisinya juga memprihatinkan. Kami sudah melapor ke dinas social sebanyak lima kali,” kata Widodo.

Sementara itu, data dari Dinas Sosial Tuban mulai awal tahun 2021 ini, jumlah keluarga penerima manfaat BPNT di Tuban dipangkas hingga 20% dari jumlah sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini