Longsor di Tanah Laut Kalsel, 5 Orang Tewas Tertimbun

Antara, · Minggu 17 Januari 2021 00:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 17 340 2345692 longsor-di-tanah-laut-kalsel-5-orang-tewas-tertimbun-ZGyNlniKph.jpg Bupati Tanah Laut, Sukamta (foto: Dok Antara)

PELAIHARI - Banjir besar di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan menyebabkan terjadinya tanah longsor, yang menewaskan lima orang, Sabtu (17/1/2021).

"Tanah longsor terjadi di Desa Guntung Besar dan Gunung Keramaian Desa Panggung Baru, Kecamatan Pelaihari. Yang sudah kita temukan meninggal lima orang, dan satu orang masih kita cari," kata Bupati Tanah Laut Sukamta di Pelaihari.

Baca juga:  2 Kecamatan di Tanah Laut Kalsel "Hilang" Diterjang Banjir 

Hingga saat ini, tim SAR gabungan dari pemda dibantu TNI-Polri, Basarnas dan unsur lainnya, serta relawan masih mencari korban yang diperkirakan terjebak longsoran tanah.

"Di Gunung Keramaian ada dua orang korbannya, satu selamat dan satunya meninggal. Sedangkan diperkirakan satu lagi dan sampai saat ini belum ditemukan," kata dia.

Baca juga:  BNPB Catat Ada 7 Kabupaten/Kota di Kalsel yang Terdampak Banjir 

Ia meminta masyarakat untuk waspada longsor susulan mengingat curah dengan hujan masih tinggi, termasuk daerah lainnya juga patut diwaspadai.

Terkait dengan dua jembatan yang putus diterjang banjir, dia mengatakan, belum dapat diperbaiki lantaran kondisi cuaca belum memungkinkan.

"Kemarin jembatan penghubung Kelurahan Angsau dan Kelurahan Pabahanan mau diperbaiki sementara, namun ada pohon tumbang lagi dan oprit jembatan hilang. Saya sudah koordinasi dengan Balai Jalan Wilayah Kalimantan Selatan untuk ditindaklanjuti," katanya.

Terkait dengan penanganan jembatan penghubung Kecamatan Kurau dan Takisung, tim Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Tanah Laut sedang mempelajari untuk pembuatan jembatan darurat lantaran vitalnya jalan itu untuk akses masyarakat yang kini terisolasi.

"Saya juga berkoordinasi dengan Pak Dandim untuk bisa meminjamkan jembatan darurat dari Denzipur, terutama untuk jalan nasional," kata Sukamta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini