Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Update Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Meninggal dan 500 Jiwa Mengungsi

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 18 Januari 2021 |12:25 WIB
<i>Update</i> Banjir dan Longsor Manado, 6 Orang Meninggal dan 500 Jiwa Mengungsi
Foto: BNPB
A
A
A

JAKARTA - Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan per 18 Januari 2021 pukul 09.30 WIB, tercatat 6 orang meninggal dunia akibat banjir dan tanah longsor di Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

(Baca juga: Begini Kondisi Manado Usai Luluh Lantak Dihantam Gelombang Tinggi)

Banjir dan tanah longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi dan struktur tanah yang labil pada Sabtu (16/1) pukul 15.09 WITA dengan tinggi muka air sekitar 50 sampai 300 sentimeter.

“Selain itu, Pusdalops BNPB juga mencatat sebanyak 500 jiwa mengungsi yang sebagian sudah pulang ke rumah masing-masing.

BNPB juga mencatat kerugian materil akibat bencana tersebut antara lain dua unit rumah rusak berat dan 10 unit rumah rusak sedang. Tim di lapangan juga masih melakukan pendataan kerusakan rumah.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara dan Kota Manado melakukan kaji cepat dan evakuasi bersama SAR, TNI/Polri, masyarakat dan relawan. Selain itu, BPBD Kota Manado juga memberikan bantuan makanan siap saji kepada para pengungsi.

BPBD Provinsi Sulawesi Utara bersama BPBD Kota Manado akan melakukan giat pembersihan material pascabanjir dan tanah longsor pada Senin (18/1).

BPBD Kota Manado memantau saat ini banjir telah surut dan cuaca terpantau panas.

Sejumlah kecamatan terdampak bencana ini antara lain Kecamatan Tikala, Kecamatan Paal Dua, Kecamatan Malalayang, Kecamatan Sario, Kecamatan Bunaken, Kecamatan Tuminting, Kecamatan Mapanget, Kecamatan Singkil dan Kecamatan Wenang.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement