Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Waspada! Gelombang Ekstrim di Manado Berlangsung hingga 19 Januari

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Senin, 18 Januari 2021 |12:35 WIB
Waspada! Gelombang Ekstrim di Manado Berlangsung hingga 19 Januari
Foto: Antara
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi 2,5-4 meter di perairan Manado, Sulawesi Utara. Gelombang tinggi yang cukup ekstrim itu dipicu dorongan energi gelombang laut yang bersuperposisi dengan fase pasang air laut.

(Baca juga: Begini Kondisi Manado Usai Luluh Lantak Dihantam Gelombang Tinggi)

"Jadi tinggi gelombangnya 2,5 hingga 4 meter," ujar Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo di Jakarta.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga lebih dari 6 meter di sejumlah perairan di Indonesia yang berlaku dari 17 Januari pukul 07.00 WIB sampai dengan 19 Januari 2021 pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan data BMKG, tekanan rendah sebesar 1.007 hPa terjadi di Laut Arafuru dan sirkulasi udara teridentifkasi di Samudra Hindia utara Aceh.

Sementara, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara pada umumnya bergerak dari utara ke timur dengan kecepatan angin berkisar 6-30 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, pola angin umumnya bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna, Laut Jawa, perairan utara dan selatan Jawa, perairan Kepulauan Sangihe hingga Talaud, Perairan Kepulauan Sitaro hingga Bitung, Laut Halmahera, Samudra Pasifik utara Halmahera. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

BMKG memperkirakan tinggi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di perairan barat Aceh, perairan barat Lampung, Samudera Hindia bagian barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan dan barat, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Samudera Hindia selatan Banten dan Jawa Barat, Selat Bali-Lombok hingga alas bagian selatan, perairan selatan Sumbawa hingga Pulau Sumba, Selat Sumba bagian barat dan perairan selatan Pulau Sawu.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau para nelayan untuk mewaspadai risiko tinggi gelombang tinggi tersebut terhadap keselamatan pelayaran. Pada perahu nelayan berkecepatan lebih dari 15 knot waspadai gelombang tinggi di atas 1,25 meter.

Untuk kapal tongkang berkecepatan angin lebih dari 16 knot, waspada tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Sedaangkan Kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot, waspada tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Untuk yang berukuran besar seperti kapal kargo atau kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot, waspada gelombang tinggi di atas 4,0 meter. BMKG juga meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir agar tetap selalu waspada.

(Fahmi Firdaus )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement