Sadis, Istri Bunuh dan Potong Tubuh Suaminya Menjadi 15 Bagian

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 20 Januari 2021 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 18 2347425 sadis-istri-bunuh-dan-potong-tubuh-suaminya-menjadi-15-bagian-Oa3NUkzSmN.jpg Foto: Newsflash

RUSIARapper asal Rusia Andy Cartwright ditemukan tewas pada 29 Juli 2020 dan tubuhnya dipotong-potong dan kehabisan darah.

Semua bagian tubuh ini ditemukan di kantong terpisah, ditaburi garam dan disimpan dalam lemari es di kota St.Petersburg, Rusia.

Yang lebih mencengangkan, istrinya adalah orang yang dituduh melakukan semua kejahatan itu. Dia tega memotong tubuh suaminya yang bernama asli Alexander Yushko itu.

Delapan organ internalnya ditemukan hilang dari tubuh korban termasuk perut, pankreas, kerongkongan, kantung empedu, usus, kelenjar adrenal, kandung kemih dan kelenjar prostat.

Dikutip Daily Star, polisi menuduh Cartwright dibunuh oleh istrinya Marina Kukhal setelah dia mengetahui jika sang suami berencana untuk menceraikannya dan pergi dengan selingkuhannya.

(Baca juga: AS Tuduh Kebijakan China Terhadap Muslim Uighur dan Etnis Minoritas di Xinjiang Sebagai Genosida)

Polisi juga mengatakan uhal dibantu oleh seorang kerabat yang memotong tubuh korban menjadi beberapa bagian menggunakan gergaji untuk menyembunyikan bukti jika dia telah dibunuh.

Istrinya mengklaim rapper itu meninggal karena overdosis obat, dan mengaku memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian dan menyembunyikan kematiannya karena dianggap memalukan.

(Baca juga: Uji Klinis Awal Sebut Vaksin Covid-19 Rusia yang Kedua Terbukti 100% efektif)

Kendati demikian, tidak ada obat yang terdeteksi di tubuh rapper itu.

Namun Polisi menduga Kukhal menyuntiknya dengan obat yang mengandung insulin sebelum kematiannya.

Cartwright diyakini mengalami koma hipoglikemik, seperti yang ditunjukkan oleh kadar glukosa rendah (0,9 mm).

Menurut media lokal, teman-teman Cartwright mengatakan dia bermasalah dengan alkohol, tetapi dia tidak menggunakan zat ilegal.

Setelah Kukhal diinterogasi, dia dibebaskan tanpa dakwaan dan para penyelidik menyita pisau, palu, gergaji besi, baskom, dan talenan dari TKP.

“Ada klasifikasi diagnosis yang terkait dengan peningkatan persepsi hipertrofi tentang kematian pasangan,” ujar pengacara Kukhal, Irina Skurtu, mengatakan kepada surat kabar lokal KP-Petersburg.

“Pemeriksaannya belum diberikan kepada kami untuk dipelajari,” terangnya.

“Kami akan berkomentar lebih detail nanti,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini