Koki Ini Ditangkap Polisi Gegara Bikin Kue Berbentuk Kelamin dan Pakaian Dalam

Susi Susanti, Koran SI · Rabu 20 Januari 2021 07:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 18 2347432 pembuat-kue-ditangkap-karena-membuat-kue-berbentuk-alat-kelamin-dan-pakaian-dalam-rCFaTKQ4Xq.jpg Foto: Daily Mail

MESIR – Seorang pembuat kue asal Mesir ditangkap karena membuat kue yang dianggap tidak senonoh.

Kue ini diberi lapisan gula berbentuk alat kelamin dan pakaian dalam yang dianggap dilarang oleh Islam.

Otoritas Islam tertinggi di Mesir mengatakan makanan penutup provokatif yang dibagikan sekelompok wanita di sebuah pesta digambarkan sebagai serangan terhadap sistem nilai, dan pelecehan kasar terhadap masyarakat.

Setelah foto pesta provokatif tersebut sampai ke pihak berwenang, setidaknya empat orang diidentifikasi dan wanita yang memanggang kue ditangkap.

Pembuat kue yang tinggal di Kairo dan diketahui sebagai koki pastry terdaftar, mengaku membuat kue dan kemudian dibebaskan dengan jaminan 230 poundsterling (Rp4,4 juta).

(Baca juga: Sadis, Istri Bunuh dan Potong Tubuh Suaminya Menjadi 15 Bagian)

Pihak berwenang juga telah mengidentifikasi tiga orang lainnya yang terlibat dalam pesta di klub olahraga kelas atas di Kairo.

Menurut surat kabar Mesir al-Watan, pihak berwenang juga telah mengunjungi markas Klub Olahraga Gezira tempat pesta itu terjadi.

(Baca juga: Dalam 6 Jam, Gedung Putih Berbenah Sambut Keluarga Joe Biden)

Lembaga Islam terkemuka yang mengeluarkan fatwa agama di Mesir, Dar al Ifta, mengecam tindakan itu.

Lembaga ini mengatakan bentuk kue itu dilarang oleh Syariah dan dikriminalisasi hukum. Kue itu juga dinilai sebagai “serangan terhadap sistem nilai” di negara Muslim.

Pengacara hak asasi manusia di Mesir, Negad El Borai, mengatakan para wanita yang terlibat telah ditangguhkan keanggotaannya oleh klub olahraga tersebut.

Dia membela para tamu yang terlibat dalam pesta itu sebagai “wanita tua yang ingin menghentikan rutinitas hidup”.

“Insiden kue menekankan bahwa sebuah kelompok dalam masyarakat, dengan dukungan negara, ingin menghilangkan ruang kebebasan pribadi di Mesir dengan dalih melestarikan nilai-nilai keluarga Mesir,” katanya, dikutip Daily Mail.

Namun profesor hukum lainnya mengatakan kepada media lokal jika pembuat kue itu secara teori dapat dituduh menghina kesusilaan publik.

Warganet juga mengritik pesta itu. Mereka menilai pesta dan kue itu tidak dapat diterima secara sosial dan menambahkan ada 100 cara untuk merayakan pesta selain dnegan bentuk kue penuh penis dan vagina.

Sementara itu, beberapa orang mengritik tindakan otoritas itu terlalu berlebihan dan menghilangkan ruang untuk kebebasan pribadi di Mesir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini