Aktivitas Gunung Merapi Menurun, Erupsi Cenderung Efusif

Kuntadi, Koran SI · Jum'at 22 Januari 2021 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 510 2349262 aktivitas-gunung-merapi-menurun-erupsi-cenderung-efusif-5YGctvKBgc.jpg Gunung Merapi (Foto: BPPTG)

YOGYAKARTA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan aktivitas Gunung Merapi mengalami penurunan sepanjang Jumat 22 Januari 2021. Dua hari sebelumnya Merapi mengalami erupsi guguran lava pijar dan awan panas.

“Dua hari ini aktivitas Merapi mengalami penurunan dibanding 20 Januari lalu,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (22/1/2021).

Hanik mengatakan, BPPTKG akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas dna kondisi Gunung Merapi. Mereka belum bisa memastikan apakah akan terus menurun atau naik lagi. Hanya saja aktivitas Merapi selama ini cenderung fluktuatif, khususnya setelah statusnya dinaikkan ke level II atau awas.

“Masih fluktuatif bisa terus menurun namun masih bisa kembali naik," ujarnya.

Baca Juga: Dini Hari, Guguran Lava Pijar Merapi Tercatat 1 Kali Sejauh 400 Meter 

Dari pemantauan yang ada, saat ini material kubah lava Merapi masih cenderung kecil dengan volume kubah lama masih 104.000 meter kubik. Sedangkan lalu pertumbuhan kubah lava 19.000 meter kubik per hari.

Kondisi ini berbeda dengan beberapa hari sebelunya, di mana setiap hari bisa mencapai 3 juta hingga 4 juta meter kubik. “Kalau volume kubah lavanya, ini masih kecil," katanya.

Sebagai catatan pada 20 Januari terjadi 14 kali awan panas guguran, dengan jarks luncur 1,5 km menuju arah barat daya. Selain itu, juga ada 64 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal sejauh 1 km. 

Dengan kondisi ini BPPTKG memberikan analisa letusan yang terjadi dominan efusif. Namun, masih ada probabilitas ke arah eksplosif.

“Kalau kecenderungannya turun signifikan untuk eksplosif,” ujar Hanik.

Baca Juga: Banyak Gunung Api Aktif di Awal Tahun 2021, Ini Penjelasan Ahli Vulkanologi ITB

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini