Melihat banyak peserta didik yang harus pergi ke atas bukit, naik pohon, atau ke hutan sepi untuk mencari sinyal, PSI berharap dinas-dinas pendidikan di daerah juga turun ke lapangan untuk mencari solusi terbaik.
“Pola belajar daring di wilayah susah sinyal, tentu tidak bisa disamakan dengan daerah yang memiliki akses internet yang memadai. Pembuat kebijakan harus turun ke lapangan untuk menyelesaikan masalah-masalah ini. Siswa harus dapat belajar dengan baik dan aman. Pergi ke hutan untuk belajar daring jelas bukan proses belajar yang sehat dan aman,” tegas Sigit.
Salah satu solusi yang juga bisa dilakukan, masih menurut Sigit, adalah membangun titik-titik wifi gratis di desa-desa dan perkampungan yang bisa digunakan oleh siswa untuk belajar daring tidak jauh dari rumahnya.
“Orangtua dan masyarakat bisa mengawasi anak-anak saat belajar online sehingga kejadian yang sangat menyedihkan kemarin tidak terulang Kembali,” pungkas Sigit.
(Khafid Mardiyansyah)