Astaga! Bocah Kelas 2 SD Dilecehkan Pria Beristri saat Berteduh

Sigit Dzakwan, iNews · Senin 25 Januari 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 340 2350429 astaga-bocah-kelas-2-sd-dilecehkan-pria-beristri-saat-berteduh-iMS9uWOiX7.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

KOTAWARINGIN TIMUR - Seorang pria beristri tega lakukan pelecehan terhadap bocah kelas 2 Sekolah Dasar (SD) di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng saat sedang berteduh di sebuah pondok karena hujan.

Kejahatan seksual yang dilakukan pria berinisial MH (35) tersebut berawal ketika pelaku bersama istrinya beserta korban pergi mencari tupai yang tidak jauh dari rumah mereka. Peristiwa ini terjadi pada Kamis 21 Januari 2021.

"Awalnya mereka mencari tupai tiba-tiba cuaca mendung dan akhirnya mereka pulang ke rumah," ujar Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Jaya Karya AKP Agus Tri, Senin (25/1/2021).

Setelah sampai di rumah, pelaku kembali lagi mencari tupai seorang diri. Saat itu tiba-tiba korban mengikuti pelaku dengan menggunakan sepeda.

"Saat sudah berada di sekitar tempat pencarian tupai tiba-tiba hujan deras. Pelaku dan korban memilih berteduh pada sebuah pondok yang ada di lokasi perkebunan sawit," ujar Kapolsek.

Situasi yang sepi saat berteduh tersebut membuat pelaku nekat melampiaskan napsu birahinya dengan mencabuli korban. Setelah kejadian itu, pelaku dan korban pulang ke rumah tanpa melanjutkan pencarian tupai.

"Sampai di rumah, korban mengeluh pada neneknya bahwa bagian kemaluannya basah. Saat dilihat ternyata mengeluarkan darah," tuturnya.

"Saat ditanya, korban menceritakan tentang kejadian yang menimpa dirinya yang dilakukan oleh pelaku," tambahnya.

Baca Juga : Polisi Tangkap Pembuat Tes Swab dan PCR Palsu

Merasa keberatan atas kelakuan pelaku, ibu korban dan keluarga langsung melayangkan laporan kepada polisi setempat pada Jumat 22 Januari 2021. “Dan pada 23 Januari pelaku langsung kita tangkap dan dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujar Abdoel.

Pelaku pun diamankan bersama barang bukti berupa pakaian korban dan dilakukan pendalaman terkait ada tidaknya korban lainnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini