Cegah Covid-19, AS Akan Berlakukan Larangan Perjalanan dari Afsel

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 26 Januari 2021 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 18 2351138 cegah-covid-19-as-akan-berlakukan-larangan-perjalanan-dari-afsel-DKcpSFldVA.jpg Presiden Amerika Serikat Joe Biden. (Foto: Reuters)

WASHINGTON, DC – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan memberlakukan larangan bagi sebagian besar warga negara non-AS yang baru-baru ini berada di Afrika Selatan untuk memasuki Negeri Paman Sam. Langkah itu diambil dalam upaya menahan penyebaran varian baru Covid-19, demikian dikatakan pejabat kesehatan senior AS.

Biden pada Senin (25/1/2021) juga memberlakukan kembali larangan masuk pada hampir semua pelancong non-AS yang pernah berada di Brasil, Inggris Raya, Irlandia, dan 26 negara di Eropa yang mengizinkan perjalanan melintasi perbatasan terbuka.

BACA JUGA: Trump Buka Kantor di Florida untuk Dorong Agenda Pemerintahannya

“Kami menambahkan Afrika Selatan ke daftar terbatas karena varian yang mengkhawatirkan yang telah menyebar ke luar Afrika Selatan,” kata Dr. Anne Schuchat, wakil direktur utama CDC, dalam sebuah wawancara pada Minggu (24/1/2021), demikian dilaporkan Reuters.

Dia menambahkan badan tersebut "menerapkan serangkaian tindakan ini untuk melindungi orang Amerika dan juga untuk mengurangi risiko penyebaran varian ini dan memperburuk pandemi saat ini."

Presiden Donald Trump pada 18 Januari memerintahkan pembatasan pada Brasil dan Eropa dicabut mulai Selasa, tetapi proklamasi Biden akan membatalkan keputusan itu.

Biden, yang menjabat pada Rabu (20/1/2021), mengambil pendekatan agresif untuk memerangi penyebaran virus setelah Trump menolak mandat yang diminta oleh badan kesehatan AS.

Beberapa pejabat kesehatan prihatin bahwa vaksin saat ini mungkin tidak efektif melawan varian Afrika Selatan, yang juga meningkatkan kemungkinan infeksi ulang.

BACA JUGA: Thailand Mulai Vaksinasi Covid-19 Bulan Depan

Varian Afrika Selatan, juga dikenal sebagai varian 501Y.V2, 50% lebih menular dan telah terdeteksi di setidaknya 20 negara. Pejabat CDC mengatakan kepada Reuters bahwa mereka akan terbuka untuk menambahkan negara lain ke daftar jika diperlukan.

Varian Afrika Selatan belum ditemukan di Amerika Serikat, tetapi setidaknya 20 negara bagian AS telah mendeteksi varian Inggris yang dikenal sebagai B.1.1.7. Vaksin saat ini tampaknya efektif melawan mutasi Inggris.

Kedutaan Afrika Selatan di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini