Pembunuh Ibu Kandung di Prabumulih Berhasil Ditangkap Polisi

Era Neizma Wedya, iNews · Selasa 26 Januari 2021 20:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 340 2351303 pembunuh-ibu-kandung-di-prabumulih-berhasil-ditangkap-polisi-T9HGawZJQs.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

PRABUMULIH - Akhirnya Syamsul Bahri (42) pelaku yang dengan kejam membunuh ibu kandungnya, berhasil ditangkap oleh tim Satreksrim Polres Prabumulih, Selasa (26/1-2021). Tersangka ditangkap di Peninjauan Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Dan kini tersangka masih dalam pemeriksaan intensif dari pihak kepolisian.

Diketahui bahwa berita sebelumnya, Nurhayati (55) Warga Perumnas Maharani Sejahtera, Jalan KH Ahmad Dahlan Blok A6 GG Kelurahan Prabujaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Sumsel ditemukan sudah tidak bernyawa lagi di lantai rumahnya, Minggu malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Penemuan korban itu menyebabkan warga penghuni perumnas Maharani Sejahtera menjadi heboh. Dan petugas dari Polsek Prabumulih Timur dan Polres Prabumulih langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama dengan tim Identifikasi Satreskrim Polres Prabumulih.

Kedua tim langsung mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Prabumulih dan langsung melakukan olah TKP. Hingga sekarang polisi masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan yang dialami korban. Dan polisi juga masih meminga keterangan sejumlah saksi terkait kejadian itu.

Kapolres Prabumulih, AKBP Siswandi melalui Kasatreskrim, AKP Abdul Rahman menegaskan pembunuhan dilakukan Syamsul Bahri (42) terhadap ibu kandung Nurhayati (63) disebabkan karena berebut harta warisan.

Baca Juga: Bunuh Ibu Kandung, Pelaku Cerita ke Adiknya Lalu Melarikan Diri

"Jadi berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, pembunuhan ini dilatarbelakangi atau motifnya karena harta warisan," jelas Suwandi.

Dan peristiwa itu bermula ketika orang tua pelaku menjualkan rumah lama milik keluarga seharga Rp 80 juta dan rencananya akan dibelikan rumah lagi.

"Bukan rumah sekarang yang ditempati tapi rumah lama, untuk apa dijual untuk beli rumah lagi dan ada sisanya. Sisa itulah rencana untuk membayar hutang tersangka," ujar Kapolres.

Namun lantaran kurang puas dengan jumlah yang diberikan sang ibu, tersangka Syamsul Bahri lalu menghabisi ibu sendiri dengan cara menggorok leher dan menebas bagian muka menggunakan parang.

"Tersangka merasa kurang lalu meminta lagi sama emaknya tapi tidak dikasih lalu dibacok," jelas Kapolres.

Ditambahkan Siswandi, menurut keterangan pihak keluarga menyatakan tersangka memiliki riwayat sakit epilepsi dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa.

"SB ini pedagang dan banyak utang, sementara hasil penjualan warisan ini banyak lebih dan rencananya akan dibayarkan utang tersangka tapi mungkin kurang lalu minta lagi, ngak dikasih lalu dibacok pakai parang," pungkasnya. (Era Neizma Wedya-Sindotv)

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini