Jepang bulan ini mengeluarkan keadaan darurat di Tokyo dan daerah lain untuk menjinakkan peningkatan tajam kasus COVID-19. Tindakan tersebut mencakup permintaan agar restoran dan bar tutup pada pukul 8 malam. meskipun saat ini tidak ada sanksi untuk ketidakpatuhan.
"Perilaku saya ceroboh saat kami meminta orang untuk bersabar," kata Jun Matsumoto, anggota parlemen senior dari Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, kepada wartawan.
Komentar itu disampaikan Matsumoto menyusul laporan majalah Daily Shincho bahwa dia telah mengunjungi dua klub malam di distrik Ginza yang mewah di Tokyo setelah makan di sebuah restoran Italia Senin (25/1/2021) lalu.
Kiyohiko Toyama, seorang anggota parlemen dari mitra junior koalisi Komeito, juga meminta maaf setelah tabloid Shukan Bunshun melaporkan bahwa dia telah mengunjungi klub malam kelas atas di Ginza hingga Jumat (22/1/2021) malam lalu.
BACA JUGA: Kasus Bunuh Diri di Jepang Melonjak hingga 16% di Gelombang Kedua Covid-19