Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Penjelasan BMKG soal Cuaca Ekstrem hingga Terjadinya Banjir dan Longsor

Irfan Ma'ruf , Jurnalis-Senin, 01 Februari 2021 |05:15 WIB
Penjelasan BMKG soal Cuaca Ekstrem hingga Terjadinya Banjir dan Longsor
Ilustrasi (Ist)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca ekstrem panjang dan mengakibatkan bencana alam karena meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca yang ada di atmosfer.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, cuaca ekstrem atau dikenal dengan La Nina dan El Nino diakibatkan perubahan iklim global. Perubahan iklim tersebut terjadi meningkatnya gas rumah kaca yang ada di atmosfer.

"Salah satu penyebabnya karena meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca yang ada di atmosfer. BMKG mencatat itu dan gas rumah kaca yang ada di atmosfer itu antara lain CO2," katanya dalam konferensi pers virtual, Minggu (31/1/2021).

Sementara CO2, kata Dwikorita, merupakan hasil pembakaran fosil (batu bara dan minyak bumi), industri, dan beberapa hal lain.

"Semunya sudah tahu CO2 adalah akibat pembakaran fosil, industri, transportasi, penggundulan dan seterusnya. Semuanya sudah paham itu," tegasnya.

Dia menjelaskan, data dan fakta mencatat peningkatan temperatur udara di Indonesia dan seiring dengan peningkatan curah hujan.

"Poin itu yang kami sampai latar belakang kenapa cuaca ekstrem sering terjadi," jelasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement