Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gempa M 6,2 di Sulbar Picu Gempa Lain di Indonesia? Ini Penjelasan Guru Besar ITB

Binti Mufarida , Jurnalis-Senin, 01 Februari 2021 |12:58 WIB
Gempa M 6,2 di Sulbar Picu Gempa Lain di Indonesia? Ini Penjelasan Guru Besar ITB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya aktivitas abnormal kegempaan di Indonesia selama Januari 2021. Bahkan, BMKG mencatat per tanggal 29 Januari 2021, sebanyak 77 gempa bumi dirasakan terjadi di Tanah Air.

Bahkan, gempa bumi juga semakin sering terjadi pasca-gempa M 6,2 di Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021. Lantas, apakah aktivitas tektonik kegempaan di Sulawesi memicu gerakan lempeng tektonik lainnya penyebab gempa?

Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), Benyamin Sapii mengatakan, secara umum gempa tektonik yang terjadi di Sulbar tidak ada hubungan langsung dengan rentetan gempa bumi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Baca juga: Gempa M 3,9 Guncang Manggarai, Kedalaman 10 Km

“Secara umum tidak ada hal ini terjadi karena prosesnya tektonik terjadi perlahan dan Panjang sekali waktunya. Jadi sulit mengatakan hubungan secara langsung,” kata Benyamin dalam Focus Group Discussion (FGD) Gempa Bumi di Sulawesi Barat secara virtual, Senin (1/2/2021). 

Sementara itu, Benyamin mengatakan, Majene dan Mamuju Sulbar memang berpotensi tinggi mengalami gempa bumi yang memicu tsunami.

Baca juga: Perubahan Iklim Itu Nyata, Cuaca di 2020 Jadi yang Terpanas Kedua Sepanjang Sejarah!

“Daerah Majene, Mamuju ini ternyata daerah yang boleh dikatakan signifikan tinggi potensi gempa buminya dan juga berasosiasi dengan tsunami. Jadi, kalau gempa tektonik selalu berasosiasi dengan batas lempeng ya. Kalau kita tahu kalau batas lempeng di dalamnya juga mempunyai sesar-sesar aktif yang cukup signifikan,” ujar Benyamin.  

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement