Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 2 Februari: Sekolah Ilmu Kesehatan dan Vaksin, Cikal Bakal UI Memulai Kegiatan

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Selasa, 02 Februari 2021 |05:10 WIB
Peristiwa 2 Februari: Sekolah Ilmu Kesehatan dan Vaksin, Cikal Bakal UI Memulai Kegiatan
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Beragam peristiwa pernah terjadi pada tanggal 2 Februari dari tahun ke tahun. Sejumlah peristiwa yang terjadi pada 2 Februari, ada yang tercatat menjadi momen penting bagi sejarah bangsa ataupun dunia.

Okezone merangkum beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada 2 Februari, mulai dari tewasnya Vokalis sekaligus Bassis band punk Sex Pistols, Sid Vicious, karena overdosis, hingga berdirinya Universitas Indonesia (UI).

Berikut ulasan singkat Okezone terkait sejumlah peristiwa bersejarah yang terjadi pada 2 Februari :

1. Bassis Sex Pistols, Sid Vicious Meninggal Karena Over Dosis

Sid Vicious, pemilik nama asli John Simon Ritchie-Beverely, merupakan seorang bassis sekaligus vokalis band punk melegenda, Sex Pistols. Ia lahir di London, Inggris pada 10 Mei 1957 dan meninggal di New York, Amerika Serikat, pada, 2 Februari 1979 di usia 21 tahun.

Sid Vicious meninggal karena overdosis. Awalnya, pada 2 Februari 1979, sore hari, sejumlah kerabat hingga keluarga merayakan pesta kecil untuk menyambut Sid yang sudah bebas dari penjara. Ia dipenjara lantaran berkelahi dengan seseorang.

Baca Juga: FISIP UI Serahkan 7 Rekomendasi Kebijakan Tangani Covid-19

Perayaan itu diadakan di apartemen Michele Robinson, pacar baru Sid, di New York. Sid saat itu dikabarkan sudah bersih dari narkoba setelah menjalani program rehabilitasi selama berada di penjara Rikers Island. Tapi dalam acara itu, Anne, ibu Sid yang juga pernah pecandu narkoba diam-diam punya stok heroin yang diberikan oleh kekasihnya, Peter Kodick.

Sid sempat overdosis malam itu tetapi orang-orang yang ada di acara itu berusaha menolong dan untungnya Sid masih bisa selamat. Subuhnya, sekira pukul 3 pagi, sersan polisi NYPD Richard Houseman mengatakan Sid menginginkan heroin lagi, tetapi Michele menolak memberikannya.

Michele yang merupakan kekasih Sid kemudian menceritakan igauan Sid itu ke Anne. Dalam wawancara dengan jurnalis Alan Parker sebelum meninggal pada tahun 1996, Anne mengaku ia memberikan dosis heroin yang fatal ke Sid subuh itu.

Baca Juga: Sentil Penguasa, SBY: Jika Tidak Bisa Baik, Jangan Jadi Buruk!

Anne tidak menjelaskan alasannya, tetapi Alan menduga itu adalah upaya Anne untuk mencegah Sid kembali masuk penjara. Sid ditemukan meninggal pada pagi harinya.

Beberapa hari kemudian setelah Sid dikremasi, Anne menemukan pesan bunuh diri di saku jaket Sid. Bunyinya: "Kami memiliki pakta kematian dan aku harus menepatinya. Tolong kuburkan aku di samping kekasihku. Kuburkan aku dengan mengenakan jaket kulit, jins, dan sepatu bot. Selamat tinggal."

Sid tidak bisa dimakamkan bersama dengan Nancy karena Sid bukan Yahudi seperti Nancy. Meski begitu, menurut buku Please Kill Me: The Uncensored Oral History of Punk karangan Legs McNeil and Gillian McCain, ibu Sid dan Jerr Only dari Misfits menebarkan abu Sid di makam Nancy.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement