“Implikasi dengan penetapan status tersebut, masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) dapat mengajukan anggaran terkait penanganan erupsi,” kata Joko,Selasa (2/2/2021).
Joko menjelaskan dari evaluasi, untuk penanggan di barak pengungsian Purwobinangun, yang diperlukan, di antaranya toilet potable, Wifi serta tenda pengaduan anak dan perempuan. Untuk toilet portable menjadi domian Dinas Pekerjaa Umum Permuahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP), Wifi unruk mendukung kegiatan belajara dan komunikasi kewenangan Dinas Komubikasi dan Informasi (Diskominfo).
“Tenda pengaduan anak dan perempuan, dibutuhkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan, perlindungan anak, pengendalian pendudukan keluarga berenana (DP3AP2KB) Sleman untuk pendampingan anak dan perempuan,” jelas manta Kasat Pol PP Sleman itu.
Hal lain yang sekarang dipersiapkan, yakni perbaikan jalur evakuasi dan lampu penerangan jalan di sepanjang jalur evakuasi dan lokasi pengungsian. Sebab untuk jalur evakuasi belum semua diperbaikan. Yaitu di Tunggularum, sejauh 1 km. Perbaikan jalan oleh DPUPKP, lampu penerangan jalan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman.
"Berbagai usulan itu direalisasikan menggunakan dana BTT (belanja tak terduga) yang berlaku selama masa tanggap darurat," terangnya.
Menurut Joko untuk penangganan pengungsi warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan di barak Glagaharjo, dari hasil evakuasi berjalan dengan baik dan lancar. Para pengungsi sendiri sekarang sudah pulang ke rumah.
(Sazili Mustofa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.