Terdampak Aturan Larangan Masuk Arab Saudi, WNI Diminta Pantau Situasi

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 03 Februari 2021 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 18 2355781 terdampak-aturan-larangan-masuk-arab-saudi-wni-diminta-pantau-situasi-eOJq7DOjic.jpg

JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi pada Selasa (2/2/2021) telah mengumumkan larangan masuk bagi warga dari 20 negara, termasuk Indonesia, ke wilayahnya. Bagi warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebijakan ini, diminta untuk terus memantau situasi.

Larangan itu diumumkan Kantor berita Arab Saudi (SPA), dengan mengutip seorang sumber Kementerian Dalam Negeri. Langkah yang akan mulai berlaku pada pukul 21.00 waktu setempat itu merupakan tindakan pencegahan Kerajaan untuk mencegah penyebaran virus corona.

BACA JUGA: Arab Saudi Larang 20 Negara Masuk ke Negaranya, Termasuk Indonesia

Negara yang terdampak larangan ini adalah Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugal, Inggris Raya, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, India, Jepang, dan Indonesia.

Terkait hal ini, Pemerintah Indonesia meminta WNI yang telah merencanakan perjalanan ke Arab Saudi untuk terus memantau perkembangan situasi.

“WNI yang telah merencanakan perjalanan ke Arab Saudi dihimbau untuk terus memantau perkembangan kebijakan Pemerintah/Otoritas Arab Saudi,” demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia dalam keterangan pers, Rabu (3/1/2021).

BACA JUGA: Arab Saudi Perpanjang Larangan Warga 20 Negara Masuki Wilayahnya, Ini Alasannya

Disampaikan bahwa WNI juga dapat memantau perkembangan terbaru terkait kebijakan perjalanan dari berbagai negara, termasuk Arab Saudi, melalui aplikasi Safe Travel.

Berdasarkan keterangan pers dari Kedutaan Besar RI (KBRI) Riyadh, yang diunggah di laman Facebooknya, ada beberapa alasan Arab Saudi mengambil keputusan ini, yaitu:

1. adanya keterlambatan pengiriman vaksin oleh produsen;

2. pentingnya tingkat kekebalan komunitas yang tinggi di Arab Saudi sebelum pemberlakuan pelonggaran sebagaimana di atas;

3. adanya gelombang kedua pandemi di banyak negara; dan

4. agar tingkat penularan Covid-19 tetap rendah.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini