China telah memperingatkan sejak kudeta bahwa sanksi atau tekanan internasional hanya akan memperburuk keadaan di Myanmar.
BACA JUGA: Pentagon: Militer AS Tak Perlu Dilibatkan Selesaikan Situasi di Myanmar
Beijing telah lama memainkan peran melindungi negara dari pengawasan internasional. Bersama Rusia, mereka telah berulang kali melindungi Myanmar dari kritik di PBB atas tindakan keras militer terhadap populasi minoritas Muslim Rohingya.
Dalam kritik lebih lanjut, kekuatan ekonomi utama Kelompok Tujuh (G7) mengatakan pihaknya "sangat prihatin" dan menyerukan kembalinya demokrasi.
"Kami menyerukan kepada militer untuk segera mengakhiri keadaan darurat, memulihkan kekuasaan kepada pemerintah yang dipilih secara demokratis, untuk membebaskan semua yang ditahan secara tidak adil dan untuk menghormati hak asasi manusia dan aturan hukum," kata pernyataan yang dirilis di London. G7 terdiri dari Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris Raya, dan Amerika Serikat (AS).
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.