Dalam pernyataan terbarunya, penguasa militer Myanmar menyatakan mereka akan mereformasi Komisi Pemilihan Umum dan memeriksa daftar pemilih.
Baca juga: PBB: Rencana Militer Myanmar Gelar Pemilu Ulang "Harus Dicegah"
Seperti dikutip dari laman resmi militer, mereka mengklaim akan menggelar pemilu dan menyerahkan kekuasaan pada partai pemenang. Militer Myanmar mengatakan, penahanan terhadap sejumlah pemimpin politik Myanmar untuk merespons kecurangan pemilu.
Sebelumnya, Aung San Suu Kyi, pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang memerintah Myanmar, telah ditangkap oleh militer, kata juru bicara partai tersebut.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.