JAKARTA – Ketua Departemen Hukum dan HAM Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengatakan, upaya kudeta Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini berasal dari kekuatan eksternal, bukan lantaran adanya gejolak di internal Demokrat.
“Upaya pengambilan paksa Demokrat melalui upaya inkonstitusional ini kami indikasikan kuat dilakukan pihak lain di luar Demokrat, meskipun dikemas seolah-olah ada gejolak dari dalam,” kata Didik saat dihubungi, Rabu (3/2/2021).
Plt Ketua DPC Demokrat Tuban ini menuturkan, dalam menghadapi itu, Demokrat semakin solid dan utuh. Karena sejak awal, semua pengurus DPD dan DPC se-Indonesia tidak pernah berpikir dan tidak bergeser sedikitpun dari komitmen dan konsistensinya untuk membesarkan Demokrat bersama AHY.
“DNA kami ksatria, kami tidak terbiasa dan tidak akan mungkin bisa menerima sikap-sikap pengecut dan penghianat, apalagi inkonstitusional yang bisa merusak,” tuturnya.
Anggota Komisi III DPR ini menegaskan, hasil Kongres V Partai Demokrat pada Maret 2020 adalah final dan mengikat. Tentu keputusan itu akan diamankan segenap pengurus dan kader Partai Demokrat dari seluruh potensi ancaman dan gangguan.
“Kami ini partai dan kader yang sangat paham dan patuh dengan asas, norma, aturan, komitmen dan juga etika. Tidak ada rumusnya bagi kami untuk mengingkari terhadap keputusan yang sudah Kami buat. Kami tidak akan pernah mundur, dan Kami akan terus lawan dan hadapi siapapun itu yang mencoba merusak Partai Demokrat,” ujar Didik.
Baca Juga : Tanggapi Isu Kudeta Demokrat, Moeldoko : Saya Rasa Ini Lucu-Lucuan Saja