Para Peneliti Ini Mengajarkan Tanaman Bayam Mengirim Email

Susi Susanti, Koran SI · Kamis 04 Februari 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 18 2356361 para-peneliti-ini-mengajarkan-tanaman-bayam-mengirim-email-WrvBCHG4GJ.jpg Perkebunan bayam (Foto: Reuters)

MASSACHUSETTS - Profesor Michael Strano dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) mengatakan pihaknya sedang melakukan penelitian terbaru tentang cara mengatasi mengatasi penghalang komunikasi dari tanaman ke manusia.

Para ilmuwan yang mencari cara baru untuk memerangi perubahan iklim telah menemukan solusi yang tidak konvensional, yakni mengajarkan bayam untuk "mengirim email".

Profesor Michael Strano, yang memimpin penelitian di MIT, menjelaskan tanaman "adalah ahli kimia analitik yang sangat baik" dan menambahkan eksperimen aneh itu adalah "demonstrasi baru tentang bagaimana kita telah mengatasi penghalang komunikasi manusia / tumbuhan."

“Tanaman sangat responsif terhadap lingkungan," katanya kepada EuroNews.

"Mereka tahu bahwa akan ada kekeringan jauh sebelum kita melakukannya,” lanjutnya.

(Baca juga: Kudeta Militer, Facebook Cs Diblokir di Myanmar)

“Mereka dapat mendeteksi perubahan kecil pada properti tanah dan potensi air. Jika kita memanfaatkan jalur pensinyalan kimiawi tersebut, ada banyak informasi yang dapat diakses,” terangnya.

Dengan menggunakan nanotube karbon yang tertanam di daun tanaman, sinyal dapat dikirim ke kamera inframerah. Nantinya kamera itu memicu peringatan email kepada para peneliti.

Profesor Strano mengatakan proses tersebut dapat digunakan untuk memberikan peringatan dini tentang polusi dan perubahan lingkungan lainnya karena tanaman terus-menerus menyerap "sejumlah besar data" dari lingkungannya.

Dia menambahkan penelitian tim tersebut adalah "demonstrasi baru tentang bagaimana kami telah mengatasi penghalang komunikasi tumbuhan / manusia".

(Baca juga: Tato Kucing Peliharaannya, Wanita Ini Tuai Kemarahan di Medsos)

Proses memberi tanaman kemampuan baru yang aneh ini disebut sebagai "nanobionik tanaman,". Nantinya penelitian ini dapat melakukan lebih dari sekadar memprediksi kekeringan.

Teknik nanoteknologi yang sama telah digunakan untuk mendeteksi sejumlah kecil bahan peledak. Tanaman secara nirkabel dapat "mengirim email" peringatan tentang apa yang telah mereka temukan kepada para ilmuwan.

Profesor Strano mengatakan tanaman secara unik memenuhi syarat untuk mendeteksi perubahan mikroskopis di tanah.

“Mereka memiliki jaringan akar yang luas di dalam tanah, terus-menerus mengambil sampel air tanah, dan memiliki cara untuk menggerakkan sendiri pengangkutan air tersebut ke daun,” lanjutnya.

Sebelumnya penelitian tersebut diterbitkan pada Oktober 2016. Hal ini pun sempat viral di media sosial (medsos).

Beberapa warganet pun mencoba menelusuri itu di mesin pencarian raksasa Google dengan “keyword” “bayam belajar cara mengirim email sebelum ayah saya melakukannya”.

Lalu pengguna Twitter "Hey Its Andy" memposting tangkapan layar dari kotak masuk emailnya tentang penelitian itu.

“Ilmuwan dapat mengajari bayam untuk mengirim email tetapi mereka tidak dapat mengajari saya untuk membaca dan membalasnya,” cuitnya.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini