Sebelumnya penelitian tersebut diterbitkan pada Oktober 2016. Hal ini pun sempat viral di media sosial (medsos).
Beberapa warganet pun mencoba menelusuri itu di mesin pencarian raksasa Google dengan “keyword” “bayam belajar cara mengirim email sebelum ayah saya melakukannya”.
Lalu pengguna Twitter "Hey Its Andy" memposting tangkapan layar dari kotak masuk emailnya tentang penelitian itu.
“Ilmuwan dapat mengajari bayam untuk mengirim email tetapi mereka tidak dapat mengajari saya untuk membaca dan membalasnya,” cuitnya.
(Susi Susanti)