IMF Kirimkan Dana Rp4,95 Triliun ke Myanmar Beberapa Hari Sebelum Kudeta

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 04 Februari 2021 14:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 18 2356454 imf-kirimkan-dana-rp4-95-triliun-ke-myanmar-beberapa-hari-sebelum-kudeta-hnff6SX2d5.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON, DC – Dana Moneter Internasional (IMF) mengirimkan USD350 juta (sekira Rp4.95 triliun) uang tunai kepada pemerintah Myanmar, beberapa hari sebelum kudeta militer pada Senin (1/2/2021). Juru bicara IMF mengatakan dana itu dikirimkan sebagai bagian dari paket bantuan darurat untuk membantu negara itu mengatasi pandemi Covid-19.

Pada Senin, militer Myanmar mengambil alih kekuasaan di negara itu dan mengumumkan keadaan darurat setelah menangkap pemimpin pemerintahan sipil, Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint, serta beberapa pejabat partai berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

BACA JUGA: Kudeta Militer Myanmar, Warga Pukul Panci dan Wajan, Bunyikan Klakson Sebagai Bentuk Protes

Terkait perkembangan tersebut, seorang sumber mengatakan kepada Reuters, bahwa hanya ada sedikit yang bisa dilakukan IMF untuk menarik kembali dana bantuan tersebut.

IMF sebelumnya menyatakan harapan bahwa uang tersebut akan membantu Myanmar memenuhi "kebutuhan neraca pembayaran mendesak yang timbul dari pandemi Covid-19, terutama langkah-langkah pemulihan pemerintah untuk memastikan stabilitas ekonomi makro dan keuangan sambil mendukung sektor yang terkena dampak dan kelompok rentan".

Seorang juru bicara IMF mengatakan mereka "mengikuti perkembangan yang sedang berlangsung" di Myanmar dan sangat prihatin tentang dampak peristiwa pada ekonomi Myanmar dan rakyat negara itu.

BACA JUGA: Kudeta Militer, Facebook Cs Diblokir di Myanmar

Pernyataan itu muncul ketika militer negara itu mengumumkan pembentukan Dewan Administrasi Negara yang diketuai oleh Jenderal Senior Min Aung Hlaing.

Militer Myanmar, yang juga dikenal sebagai Tatmadaw, telah menangguhkan semua penerbangan, termasuk yang melayani lokasi domestik, setelah kudeta pada Senin. Penyedia layanan internet Myanmar juga telah memblokir media sosial, termasuk Facebook, setidaknya hingga 7 Februari, dengan alasan “menjaga stabilitas”.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini