Kesaksian Eks Tahanan: Wanita Uighur Diperkosa Secara Sistemik di Kamp Xinjiang

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 05 Februari 2021 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 18 2357054 kesaksian-eks-tahanan-wanita-uighur-diperkosa-secara-sistemik-di-kamp-xinjiang-NiFdFxLWL5.jpg Tursunay Ziawudun menceritakan pengalamannya selama berada di kamp penahanan di Xinjiang. (Foto: BBC)

Seorang wanita etnis Kazakh dari Xinjiang yang ditahan selama 18 bulan di sistem kamp tersebut mengatakan bahwa dia dipaksa menelanjangi wanita Uighur dan memborgol mereka, sebelum meninggalkan mereka sendirian dengan pria China.

“Orang-orang China akan membayar uang untuk memilih narapidana muda tercantik," kata Gulzira Auelkhan.

"Mereka memaksa saya melepas pakaian wanita itu dan menahan tangan mereka dan meninggalkan ruangan," katanya.

Seorang mantan penjaga di salah satu kamp, yang berbicara tanpa menyebut nama, menggambarkan penyiksaan dan tindakan pengurangan makanan bagi para narapidana.

Laporan tentang perkosaan sistemik di kamp penahanan di Xinjiang tersebut telah mendapat reaksi keras dari Amerika Serikat (AS) dan Inggris.

"Kekejaman ini mengejutkan hati nurani dan harus dihadapi dengan konsekuensi serius," kata seorang juru bicara departemen luar negeri AS pada Kamis (4/2/2021).

Sementara menteri Inggris Nigel Adams mengatakan bahwa laporan tersebut menunjukkan " tindakan jahat yang jelas".

BACA JUGA: ICC Tolak Selidiki China Terkait Pengaduan Genosida Uighur

Kementerian luar negeri China membantah tuduhan tersebut, menuduh BBC membuat "laporan palsu".

"Tidak ada serangan dan pelecehan seksual sistemik terhadap wanita" dan China mengoperasikan semua fasilitasnya sesuai pedoman tentang hak asasi manusia,” kata Juru bicara Kemlu China Wang Wenbin.

"China adalah negara (diatur) oleh hukum, konstitusi kami menjamin dan melindungi hak asasi manusia, dan itu diwujudkan dalam sistem hukum kami di mana pemerintah bekerja," katanya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini